Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 4 Oktober 2017 | 12:25 WIB
  • Jangan Pakai Standar Samping Jika Tak Ingin Ban Cepat Botak

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono
Jangan Pakai Standar Samping Jika Tak Ingin Ban Cepat Botak
Photo :
  • bengkelsepedamotor.com
Memarkir motor dengan standar miring.

VIVA.co.id – Sepeda motor yang beredar di Indonesia umumnya dibekali dengan dua jenis standar, yakni samping dan tengah.

Karena sifatnya yang praktis, banyak pengendara motor lebih memilih untuk memakai standar samping saat memarkir tunggangan mereka.

Namun ternyata, kebiasaan itu berdampak besar pada tingkat keausan ban. Hal itu dikarenakan beban peredam kejut bagian kiri belakang menjadi lebih besar saat motor diparkir memakai standar samping.

Dilansir dari Fdrtire, Rabu 4 Oktober 2017, saat motor miring ke kiri ketika diparkir dengan standar samping, maka otomatis bobot motor berpindah ke sisi kiri.

Hal itu mengakibatkan peredam kejut sebelah kiri menerima beban lebih besar dari sebelah kanan. Jika hal itu dilakukan terus menerus selama beberapa waktu, maka keseimbangan motor akan berubah ke sisi kiri.

Akibatnya, saat dikendarai ban sebelah kiri menerima beban yang lebih besar. Hasilnya, ban bagian kiri akan lebih cepat habis.

Selain standar samping, faktor lain yang memengaruhi usia pakai ban yakni tekanan angin dan beban. Jika tekanan angin ban sering kurang, maka permukaan ban yang bergesekan dengan aspal akan lebih besar.

Ban punya batas maksimum beban yang bisa diangkut. Jika membawa beban melebihi batas, akan membuat tekanan ban ke aspal jadi lebih kuat. Gesekan antara ban dan aspal pun semakin meningkat, sehingga ban cepat aus. (hd)