Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 30 Oktober 2017 | 13:41 WIB
  • Tips Penting saat Ganti Kaca Mobil yang Retak

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Pius Yosep Mali
Tips Penting saat Ganti Kaca Mobil yang Retak
Photo :
  • VIVA.co.id / Anwar Sadat
Aksi pecah kaca Mobil Yaris di kawasan Tebet, Jakarta Selatan

VIVA – Kaca mobil yang retak ataupun pecah sebaiknya langsung diganti dengan yang baru. Ini penting, agar mengemudi bisa tetap aman dan nyaman, serta mencegah retak kaca semakin parah.

Haryono, pedagang kaca mobil dari Bersama Glass di Pasar Automotive Duren Sawit, Jakarta Timur mengatakan, meski terlihat mudah, mengganti kaca mobil yang retak tidak bisa dilakukan sembarangan.

"Kelihatan gampang, cuma melepaskan kaca lama yang retak, terus naikkan (pasang) kaca baru. Tetapi enggak semudah itu, banyak prosesnya," kata Haryono kepada VIVA, Senin 30 Oktober 2017.

Proses penggantian kaca mobil retak dengan baru, dikatakan dia, memerlukan waktu sekira dua hingga tiga jam. Bagian paling sulit adalah proses melepaskan kaca orisinal mobil yang retak.

"Waktu belum pengalaman, saya pernah kira-kira setengah hari buat ngelepas kacanya saja, waktu itu mobil Mercy (Mercedes Benz), dia dudukannya rapat. Kalau mobil Jepang relatif mudah sih melepasnya," ujar pria yang sudah 17 tahun menekuni profesinya itu.

Haryono mengatakan, bukan hanya kondisi kaca yang harus diperhatikan pemilik mobil, tetapi juga kondisi karet-karet penyangganya. "Saran saya bawa uang lebih pas mau ganti kaca, apalagi mobilnya tahun tua. Takutnya pas kacanya sudah dilepas, karet-karetnya baru ketahuan getas atau keras. Kalau sudah begini ya karetnya harus ganti, daripada enggak bisa nahan kacanya," ujar dia.

Selain itu, mengganti kaca depan di mobil merek Eropa bukan hanya perkara mudah. Hal ini lantaran di kaca terdapat sensor air yang nantinya terhubung dengan wiper mobil.

"Mobil Eropa paling ribet kalau ada sensor airnya, harus hati-hati biar pas kaca baru sensor tetap kerja. Kalau kaca belakang, mobil Eropa dan Jepang juga ada fogger (antiembun), ini juga kudu hati-hati biar tetap berfungsi," kata dia.

"Kalau kaca baru enggak ada treatment khusus sih. Paling, setelah pasang saya ganjal pakai selotip biar lem-nya benar-benar kuat. Terus, pas selesai masang, biasanya saya siram air buat lihat jangan sampai ada yang bocor," kata Haryono.