Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 30 Oktober 2017 | 18:09 WIB
  • Panduan Memilih Bengkel Cat Ulang Bodi Mobil

  • Oleh
    • Krisna Wicaksono,
    • Pius Yosep Mali
Panduan Memilih Bengkel Cat Ulang Bodi Mobil
Photo :
  • VIVA.co.id/Pius Mali
Bengkel cat mobil

VIVA – Mengecat ulang bodi mobil menjadi solusi ketika warna kendaraan sudah pudar karena usia pemakaian, ataupun hanya sekadar bosan dengan warna standar. 

Saat ini, mengecat satu bodi mobil bukan hanya bisa dilakukan di bengkel cat umum, tetapi juga bengkel pinggir jalan. Penelusuran VIVA.co.id, kedua tempat mengecat ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Bicara soal harga, jelas mengecat di pinggir jalan seperti yang ada di jalan Alu-Alu, Jakarta Timur cukup terjangkau.

Dengan dana Rp4,5-8 jutaan, mobil bisa kembali kinclong seperti baru. "Murah mengecat satu bodi di sini, kalau memang cocok bisa dinego sedikit," kata salah seorang tukang cat pinggir jalan, Puji, kepada VIVA.co.id.

Sementara itu, bengkel umum seperti Djuan Motor (DJM) di Jakarta Timur mematok harga mulai dari Rp13 juta untuk mengganti warna mobil.

"Harga jelas beda. Kami bukan cuma sekadar cat ulang, bodi semua kami fitting. Kalau ada luka kecil, dirapikan juga," kata pemilik bengkel bodi DJM, Ricky Abdullah Putra, kepada VIVA.co.id.

Untuk lama pengerjaan, bengkel pinggir jalan menargetkan 7-10 hari kerja, dengan catatan kondisi cuaca cerah. "Pas cuaca cerah seminggu, paling lama 10 hari. Kalau hujan, ya kami enggak bisa kerjakan. Kalau mengecat di kami, enggak perlu antre, mobil juga bisa sembari dibawa pulang sore harinya," kata Puji.

Tunggu Antrean

Sementara di DJM, konsumen harus menunggu antrean. "Untuk waktu cat ulang bodi itu 3 minggu sampai sebulan. Mobil wajib ditinggal di bengkel, supaya pengerjaan tidak terhambat," kata Ricky.

Bagian paling penting adalah soal kualitas hasil pengecatan. Bengkel pinggir jalan menjanjikan hasil yang tidak kalah dengan bengkel umum, meski peralatan dan bahan yang digunakan terbilang sederhana.

"Untuk kualitas, kami sama kayak cat di bengkel umum. Warna bisa disesuaikan, kami pakai yang lokal," kata Puji.

Sementara di bengkel umum, kualitas hasil pengecatan mobil menjadi salah satu pertaruhan nama bengkel. "Bahan kami punya standar sendiri, hasilnya konsumen bisa lihat langsung di mobilnya. Kualitas kami enggak mau main-main lah, taruhannya nama baik bengkel soalnya," kata Ricky. (ren)