Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 09:50 WIB
  • Mahasiswi Lolos dari Perkosaan berkat Jago Mengemudi

  • Oleh
    • Rendra Saputra
Mahasiswi Lolos dari Perkosaan berkat Jago Mengemudi
Photo :
  • Pixabay/Foundry
Ilustrasi mengemudi.

VIVA.co.id – Sebuah peristiwa menegangkan dialami Jordan Dinsmore, mahasiswi di negara bagian Carolina, Amerika Serikat. Gadis berusia 20 tahun itu mengalami situasi buruk, hampir diculik dan diancam bakal diperkosa dengan todongan senjata. Beruntung Dinsmore dapat lolos dari malapetaka berkat keterampilannya mengemudi mobil.

Seperti dilansir Autoblog, Selasa 8 Agustus 2017, kisah menantang maut Dinsmore ditulis lengkap surat kabar nasional Columbia, S.C. Kisah mengerikan dimulai saat Dinsmore pulang kerja paruh waktu dari restoran pada Rabu 2 Agustus 2017 lalu, dan tiba di kompleks apartemennya sekira pukul 12.45 siang. 

Saat ia hendak keluar dari mobil, tiga orang pria mendorongnya hingga tersungkur ke tanah dan menodongkan pistol sembari mengancam akan menembaknya. Para perampok kemudian merampas telepon dan tas miliknya. Dinsmore lalu dimasukkan ke dalam mobil lantaran tak ada perampok yang bisa mengemudikan mobil jenis transmisi manual.

Kala itu Dinsmore sempat memohon untuk dibebaskan setelah menyerahkan harta benda, namun para perampok tak mengindahkan permintaannya. “Saya memohon pada mereka untuk mengambil barang-barang saya dan membiarkan saya pergi, namun mereka tetap memaksa saya untuk mengikuti mereka,” ujar Dinsmore.

Saat itulah dia teringat akan pesan ibunya yang mengajarinya untuk tetap tenang dan mencoba kabur bila ada kesempatan di situasi sulit sekalipun. “Jika kamu sampai terlihat publik, mereka akan melakukan sesuatu yang lebih buruk dan bisa menembakmu sewaktu-waktu,” kata Dinsmore menceritakan pesan ibunya.

Cara Kabur Dinsmore

Beberapa menit kemudian Dinsmore dan sejumlah perampok sudah berada di dalam mobil. Tujuan mereka yakni ke mesin anjungan tunai mandiri (ATM) untuk menarik uang yang dimiliki Dinsmore. Saat itu pula dia mendengar percakapan kalau dirinya akan diperkosa para perampok di sebuah tempat. Dinsmore pun terus berpikir keras agar bisa segera kabur.

Ketika sampai di ATM, Dinsmore diminta ikut ke ATM untuk mengambil uang sebesar US$300. Setelah selesai, para perampok menyuruhnya kembali ke mobil untuk selanjutnya akan diperkosa.

Saat itu yang ada di pikirannya bermacam-macam. Salah satu yang dia pikirkan, jika ia menabrakkan mobil, mungkin hanya dia yang terluka, sedangkan para perampok itu tetap selamat. Jika ia keluar dari mobil dan melarikan diri, mungkin belum sampai jauh, para perampok itu sudah menghujaninya dengan timah panas.

Akhirnya, pada kecepatan 35 kilometer per jam, ia menarik gigi ke netral dan membuka pintu. Mobil pun terguling dan berhasil membuatnya terlempar cukup jauh dari para perampok. Para perampok pun akhirnya kabur membelok ke arah lain.

“Saya hanya berteriak panggil 911! Panggil 911! Seseorang baru saja menculik saya dan mengancam akan menembak saya!” kata Dinsmore. 

Beruntung ada sebuah mobil yang berhenti untuk membantunya. Usai selamat, Dinsmore akhirnya baru tahu bahwa dia adalah korban ketujuh dari serangkaian kasus pencurian mobil di daerah tersebut. Hingga kini proses penyelidikan dan perburuan terhadap para pelaku masih terus dilakukan aparat berwenang.

“Saya akan mengendarai mobil transmisi manual sepanjang hidup saya,” kata Dinsmore. (ren)

Laporan: Binteri Afsari / Jakarta