Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 11:05 WIB
  • Cara Rawat Diecast Biar Harganya Tetap Tinggi di Pasaran

  • Oleh
    • Rendra Saputra,
    • Jeffry Yanto Sudibyo
Cara Rawat Diecast Biar Harganya Tetap Tinggi di Pasaran
Photo :
  • VIVA.co.id/Herdi Muhardi
Koleksi miniatur mobil, atau populer disebut diecast.

VIVA.co.id – Pernah mendengar jika harga diecast racikan Hot Whell akan turun jika dibuka dari bungkusnya? Ya, karena bagi pencinta mobil mainan, kebersihan dan warna cat pada bodi menjadi perhatian utama, terlebih kolektor yang mengkoleksi diecast buatan lawas.

Sebab semakin lama tahun pembuatannya, harga diecast tersebut akan semakin tinggi. Tapi beda cerita dengan diecast buatan pabrikan lain seperti Tomica atau Macbox yang memang pemiliknya membiarkan mobil tersebut terlepas dari bungkusnya. Lalu seperti apa perawatannya?

Reza salah satu kolektor diecast, mengatakan, bagi diecast yang dilepas dari kemasan, simpan lagi di bekas kemasannya agar bebas dari debu. Dia juga menganjurkan usahakan diecast tidak kena cahaya sinar matahari langsung, agar warna cat pada diecast tidak cepat pudar. Selain itu, bagi yang bungkusnya sudah dibuka, bisa menyimpannya di dalam lemari kaca.

"Selain terlindung dari debu dan cahaya sinar matahari, simpan di lemari kaca yang bening. Agar memudahkan kita juga untuk melihat diecast koleksi kapan saja. Jadi enggak perlu repot-repot untuk membawa keluar masuk diecast dan memegangnya," ujarnya.

Mobil mainan, diecast.

Sementara Dadan, yang juga kolektor mobil mainan ini menuturkan, jika kemasannya ingin utuh, lebih baik dibungkus lagi dengan plastik yang kualitasnya bagus. Untuk diecast yang besar, yakni 1:18, setiap tiga atau empat pekan sekali dianjurkan dibersihkan dari debu, lantaran debu tetap bisa masuk walaupun dipajang.

"Sebisa mungkin AC itu 24 jam full non-stop harus nyala untuk jaga kelembaban. Karena AC non-stop otomatis debu bakal nambah banyak. Paling sering rusak, biasanya untuk yang koleksi Mercedes-Benz mau buatan pabrikan manapun, logonya paling rentan," sambungnya.

Menurut Dadan, walaupun sudah hati-hati untuk membersihkan logo Mercy itu, jika terkena kuku saja bisa copot dan kalau logonya copot risiko hilang sangat tinggi. Jika sebuah diecast logo merek mobilnya hilang, maka harga jualnya juga akan turun jauh.

Miniatur mobil atau disebut diecast

"Misalnya dia beli Rp2 juta, bisa dihargai cuma Rp500 ribu (logonya hilang). Lalu kadang-kadang spion, jika kurang teliti, copot. Wiper juga sering banget nyangkut dan patah. Paling serem banget sih emblem Mercy. Kalau yang 1:64, tak ada perawatan khusus. Hanya sering dibersihin saja sebulan sekali dan dipoles," lanjut Dadan. (ren)