Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 18:27 WIB
  • Spiderman: Homecoming, Tak Ada si Pirang dan si Rambut Merah

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti
Spiderman: Homecoming, Tak Ada si Pirang dan si Rambut Merah
Photo :
  • Spiderman Homecoming
Spiderman Homecoming

VIVA.co.id - Sebagai penggemar film Spiderman, kekecewaan sedikit muncul karena tak ada Andrew Garfield di Spiderman: Homecoming. Namun setelah melihat secara keseluruhan, Spiderman versi Tom Holland ini cukup unik dan menarik karena keluar dari stereotip karakter yang selama ini ada.

Sutradara Spiderman: Homecoming sepertinya ingin menyampaikan pesan tersembunyi saat menggarap film ini. Pasalnya, semua karakter tipikal yang ada di Spiderman; Homecoming sangat jauh dari apa yang telah terbenam di benak masyarakat selama ini, bahkan hampir tidak ada. Bahkan karakter Peter Parker dibuat 'masih bocah'.

Yang menarik,tak ada si blonde Gwen atau si rambut merah Mary Jane (MJ).  Jon Watts sepertinya sengaja tidak memberi tempat untuk tokoh Gwen di sini dan menggantinya dengan gadis bernama Liz, seorang kulit hitam dan rambut berwarna hitam. Sedangkan Michelle, secara mengejutkan tampil dengan memboyong supermodel Zendaya. Lagi-lagi seorang gadis kulit hitam dengan rambut hitam kriting, yang sepertinya akan diplot untuk menjadi Mary Jane (MJ).

Karakter yang mengejutkan lainnya adalah musuh Spiderman, si manusia burung Adrian Toomes atau Vulture, yang diperankan Michael Keaton. Di sini, Keaton yang berkulit putih diceritakan memiliki seorang istri dan anak berkulit hitam.

Keberagaman karakter di film besutan Marvel ini semakin kuat dengan adanya beberapa karakter dari belahan dunia lain, seperti musuh di sekolah Peter bernama Manuel yang diperankan Tony Revolori yang keturunan Guatemala, atau aktor Filipina Jacob Batalon yang berperan sebagai teman baik Peter, Ned. Ada juga Kenneth Choi yang menjadi kepala sekolah tempat Peter mengenyam pendidikan.

Penambahan dan keluarnya karakter Spiderman dari stereotip yang ada selama ini dianggap penonton sebagai bentuk dari protes Hollywood terhadap isu kultural yang selama ini berkembang dalam debat politik era kampanye Donald Trump versus Hillary Clinton.

Meski banyak orang yang menyebut keberagaman ini yang ingin ditunjukkan oleh Jon Watts, namun sang sutradara membantahnya. Menurut dia masalah keberagaman sudah menjadi hal yang normal dalam kehidupan para milenial di New York.

"Pada dasarnya, Peter Parker berasal dari Queens, salah satu tempat dengan keberagaman yang besar di dunia. Di Spiderman: Homecoming, kami ingin menawarkan dunia nyata yang memang beragam. Tak ada lagi minoritas dan wanita sama diberikan derajat kompleksitas untuk bermain dalam film, meski pria kulit putih masih mendominasi cerita ini dan menjadi pemeran utama. Saya mengambil tema ini dari awal memang sudah memasukkan soal keberagaman. Itu hal yang biasa," ujar Watts.

Bagi Spiderman dan Marvel, hitam dan putih atau merah sudah tidak lagi menjadi masalah. Sama sepertinya Oppo yang akhirnya mengeluarkan smartphone F3 edisi berwarna hitam untuk melengkapi edisi sebelumnya. Dengan harapan, semakin banyak pilihan bagi para penggemar smartphone untuk bisa berkomunikasi dan berselfie-ria.

Oppo dan Spiderman Collectible Item

Film ini juga merupakan kerja sama pertama Oppo dengan film Holywood, tepatnya Sony Pictures. Artinya, setiap pembeli smartphone Oppo F3 berkesempatan mendapatkan merchandise edisi terbatas dari film Spiderman: Homecoming, hanya degan mengunggah foto selfie.

Pembeli Oppo F3 yang bisa mendapat merchandise Spider-man adalah mereka yang membeli Oppo F3 varian gold, rose gold, Reza Rahardian, maupun Black Edition.

Pembelian dilakukan pada periode 3 hingga 16 Juli 2017. Setelah melakukan pembelian, konsumen bisa mendaftarkan IMEI mereka di situs Oppo di situs spiderman.oppomobile.id.

Konsumen juga diminta untuk mengunggah foto selfie terbaik mereka yang diambil dengan Oppo F3. Terdapat 500 collection pack Spider-man: Homecoming yang disediakan Oppo.