Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 11:59 WIB
  • Sinopsis Jodoh Wasiat Bapak: Misteri Ayunan Tua

  • Oleh
    • Beno Junianto
Sinopsis Jodoh Wasiat Bapak: Misteri Ayunan Tua
Photo :
  • ANTV
Jodoh Wasiat Bapak

VIVA.co.id – Fifi dan Hadi sudah menikah selama kurang lebih delapan tahun, tetapi belum juga dikaruniai seorang anak. Fifi sangat mendambakan seorang anak. Lalu, mereka memeriksakan diri ke dokter, dan hasilnya ternyata Fifi mandul, karena gaya hidup yang tidak sehat.

Tidak ingin Fifi merasa sedih dan kecewa, Hadi mengatakan, kalau dirinyalah yang mandul, Fifi marah dan kecewa terhadap Hadi.

Suatu hari, Fifi melihat seorang anak bernama Ana hampir celaka, untung diselamatkan Adam. Fifi menghampiri Ana dengan wajah khawatir lalu membawa Ana pulang. Adam menyangka kalau Ana adalah anak Fifi,

Adam membiarkan Ana dibawa Fifi. Fifi yang mendambakan seorang anak, sangat senang dengan kehadiran Ana . Dia lalu memandikan Ana, mendadani, memberi makan bahkan meminta Ana jadi anaknya. Hadi heran melihat Ana dan menanyakan siapa dia, Fifi bilang kalau Ana adalah anak panti asuhan yang dia ambil sebagai anak pancingan. Tapi sebenarnya, Ana adalah anak seorang tunawisma.

Ana ingin pulang, tetapi dilarang oleh FIfi. Fifi memaksa Ana untuk menginap di rumahnya, tapi Ana menolak, Fifi terus memaksa Ana untuk main ayunan, Fifi mendorong ayunan dengan kuat sampai Ana terpental dan jatuh lalu tewas. Fifi menguburnya di bawah ayunan dan merahasiakan kejadian itu ke Hadi. Fifi bilang ke Hadi kalau Ana dikembalikan ke panti karena toh Hadi tidak suka dengan kehadiran Ana.

Di kampung, Bu Della, seorang tunawisma tampak kebingungan mencari anaknya. Ternyata Bu Della adalah ibu kandung Ana. Adam merasa kasihan dan membantu Bu Della mencari anaknya. Berdasarkan petunjuk, Adam, Aldo, dan Kania mencari Ana. Mereka sampai ke rumah Fifi yang sedang diteror oleh hantu Ana. Hadi yang tidak tahu apapun merasa heran dengan kelakuan Fifi yang ketakutan.

Hadi minta tolong ke Adam. Fifi yang diteror hantu Ana mengalami kengerian luar biasa, perutnya tiba-tiba menggelembung seperti orang hamil dan menghilang dari kamarnya sewaktu Hadi, Adam dan lainnya datang melihatnya.

Akhirnya, Fifi tewas dengan didorong kuat di ayunan seperti yang dilakukan FIfi ke Ana, dan kepalanya mengenai ujung cangkul yang tajam. Hadi akhirnya berterus terang kalau sebenarnya dia berbohong mengatakan kalau dia yang mandul, padahal sebenarnya Fifi yang mandul. Fifi minta maaf ke Hadi, dan langsung meninggal.

Warga merasa kesulitan memakamkan FIfi, Hadi minta keikhlasan Bu Della dan bersedia menanggung kebutuhan Bu Della. Akhirnya, setelah Bu Della mengikhlaskan. Jenazah Fifi bisa dimakamkan dengan lancar.