Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 15:31 WIB
  • Novel Anak Rantau Laris di Turki dan Mesir

  • Oleh
    • Beno Junianto
Novel Anak Rantau Laris di Turki dan Mesir
Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Ahmad Fuadi Bicara Novel Anak Rantau

VIVA – Satu lagi prestasi membanggakan ditoreh Ahmad Fuadi melalui novel Anak Rantau. Setelah merajai tangga best seller di toko-toko buku dengan laris sampai 20 ribu eksemplar, novel Anak Rantau kini telah masuk best seller sepanjang tahun 2017 di penjualan online.

Namun, satu hal menarik lainnya, ternyata, novel Anak Rantau juga mendapatkan apresiasi yang positif dari pembaca di Eropa dan Asia. Meskipun menurut Fuadi, jumlah terbanyak tetap dari Indonesia.

"Turki, Mesir, Hongkong, Taiwan, Singapura, Mesir dan Arab banyak juga pembacanya. Novel saya berbahasa Indonesia, tentu paling banyak dibaca di tempat orang Indonesia banyak tinggal,” ungkapnya, Selasa 17 Oktober 2017.

Fuadi sendiri beberapa waktu lalu menyempatkan diri selama sebulan penuh berkeliling Eropa. Fuadi punya pengalaman soal minatnya pembaca novelnya di sana.

”Saya sebenarnya diundang untuk jadi pembicara di Turki. Namun, sebelum ke Turki saya mengawali perjalanan dari Finlandia, lanjut ke Estonia lalu ke Latvia, Lituania, Polandia, Hongaria (Budapest) dan berakhir di Turki untuk menghadiri acara sebagai pembicara,” ungkapnya.

Fuadi juga sempat bertemu dengan sejumlah mahasiswa yang sekolah di negara-negara Eropa yang dikunjunginya.

"Saya bersyukur dan bangga, di beberapa negara saya sempat bertatap muka dengan para pembaca saya juga. Di Polandia, misalnya. Saya bertemu dengan penggemar novel saya. Di Budapes (Hongaria) dan Lithuania mereka menelepon saya dan mengajak bertemu. Mereka mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di sana," ucap Fuadi.

Novel Anak Rantau menceritakan tentang petualangan Hepi bersama Attar penembak jitu dan Zen yang penyayang binatang. Semua tokoh ini bertualang mendatangi sarang jin, menghadapi lelaki bermata harimau, memburu biduk hantu, dan menyusup ke markas pembunuh.