Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 14:57 WIB
  • Jodoh Wasiat Bapak: Teror Bocah Penjual Cobek

  • Oleh
    • Beno Junianto
Jodoh Wasiat Bapak: Teror Bocah Penjual Cobek
Photo :
  • ANTV
Jodoh Wasiat Bapak

VIVA – RAFFA (10 tahun) jualan cobek keliling, karena ingin meringankan beban ibunya, NURUL (35 tahun) yang bekerja di tempat mes distribusi cobek, bagian ngamplas-ngamplasin cobek, sakit-paru-paru parah. Nurul tidak tega melihat RAFFA yang putus sekolah, karena tidak ada biaya. SUSAN (40 tahun) adalah bos mereka yang kejam, janda yang dzalim.

RAFFA sering diomelin SUSAN, karena jualan cobek enggak laku-laku. Suatu hari, RAFFA jualin cobek di jalanan, sempat ketemu Mama Adam dan Sista yang beli cobek dan kasihan melihat RAFFA. RAFFA ketiduran di pinggir jalan, pas bangun cobek-cobeknya hilang karena dicuri orang.

Dibawalah RAFFA ke tempat pembuatan cobek, tempat orang-orang mengangkut batu-batu besar dan menggetok-getok batu hingga jadi cobek. RAFFA disuruh ngangkut-ngangkutin batu-batu gede. Hingga akhirnya RAFFA ketiban batu-batu longsor, langsung meninggal. Karena tidak ada pekerja yang melihat, diam-diam SUSAN kabur.

Nurul gelisah menunggu RAFFA tidak pulang-pulang. Mayat RAFFA ditemukan malam hari oleh Daus yang sedang ngider ketoprak. Tempat pembuatan cobek itu berada di kampung kucrit. Adam membantu mengurus jenazah RAFFA. Nurul histeris mengetahui RAFFA meninggal.

SUSAN malah nanyain kenapa cobek-cobeknya juga dihilangin si RAFFA. Akhirnya, gaji Nurul benar-benar enggak bakal dikasih untuk gantiin cobek-cobek dagangan RAFFA yang hilang itu. Nurul ngedrop jadi sakit-sakitan. SUSAN malah menambah kerjaan Nurul, stok cobek yang harus diamplas jadi makin banyak.

SUSAN selalu dihantui arwah RAFFA, yang ingin membalas perbuatan SUSAN. SUSAN histeris dan jadi parno, namun masih menutupi perbuatan yang sebenarnya. Nurul sendiri bingung dengan SUSAN yang selalu ketakutan.

Nurul sakit demam parah, izin ingin periksa ke puskes malah dipaksa SUSAN keliling jualan cobek. Nurul jualan cobek keberatan dan pingsan, ditolong Adam ke klinik. Adam lalu protes ke SUSAN. SUSAN bilang Nurul dan almarhum anaknya sudah sengaja ngilangin cobek-cobeknya, wajar dapat hukuman. Adam istighfar.

Teror makin berlanjut dari arwah RAFFA. Suatu ketika, gantian SUSAN yang ketiban reruntuhan batu di tempat pembuatan cobek. SUSAN cacat, lengannya busuk. Tapi malah makin jahat ke Nurul. Nurul belum sembuh dipaksa lagi, ngamplas dan jualin cobek keliling, semua obatnya dibuang. Nurul akhirnya meninggal karena sakit dan kelelahan. Sampai akhirnya tulah datang ke Susan, dia mati tertimbun batu. Saksikan tayangannya di ANTV setiap malam.