Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 02:00 WIB
  • Film Biopik WR Supratman Tayang 28 Oktober

  • Oleh
    • Rochimawati,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Film Biopik WR Supratman Tayang 28 Oktober
Photo :
  • istimewa
Film WR Supratman

VIVA – Film tentang kisah perjalanan pencipta lagu Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman menjadi film yang paling ditunggu akhir bulan ini. Film biopik berjudul "Wage" itu akan tayang perdana bertepatan saat momentum Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2017.

"Peluncuran perdana film Wage sengaja dilakukan, saat momentum Sumpah Pemuda. Kita luncurkan di Tjakarta Teater," ujar Andi Shavik, produser film Wage, saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu 25 Oktober 2017.

Andi menuturkan, film Wage dibuat untuk mengeksplorasi perjalanan kepahlawanan Wage Supratman dalam menelurkan lagu-lagu seperti lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan lagu lainnya. Film Produksi Opshid Media Untuk Indonesia itu digarap oleh sutradara kawakan John De Rantau.

"Film ini untuk terus mengenang jasa beliau sebagai pahlawan dan dapat meneladani aksi-aksi kepahlawanan WR Supratman dalam aktivitas kekinian sebagai generasi milenial, " katanya.

Para pemeran film Wage memang tak asing dalam belantika perfilman nasional. Meskipun pemeran tokoh Wage diperankan oleh Rendra Bagus Pamungkas, artis pendatang baru di dunia perfilman. 

Sebagai lawan main Rendra, tokoh Fritz, reserse Indo-Belanda berkumis, diperankan Teuku Rifnu Wikana. Aktor watak kelahiran Pematang Siantar, 3 Agustus 1980 ini memang telah malang melintang di layar kaca bioskop Indonesia dengan puluhan judul. 

Selain kedua tokoh itu, sejumlah pemeran lain yakni Putri Ayudya, Prisia Nasution, Wouter Zweers, Ricky Malau, Fery Sopyan, Pandoyo Adi Nugroho, Kedung Darma Romansa, Banon Gautama, Roy Santoso, Oim Ibrams, Ecky Lamoh, Eko Pethel, Peter van Luijk, Bram Makahekum, Khoirul Ilyas Aryatama, Windarti, Wulan Ruz, R. Nio Soeprapto. 

Film Wage syuting sejak Juli 2017 lalu. Lokasi syuting lebih banyak berada di Jawa Tengah, seperti Kota Lama Semarang, Magelang, Klaten, Solo, dan kota kelahiran WR Supratman yakni Purworejo.

Andy menambahkan, salah satu inti terpenting film Wage adalah lagu asli Indonesia Raya yang seharusnya dinyanyikan tiga stanza dan bukan berhenti hanya pada stanza pertama. Menurutnya, dua stanza berikutnya sangat penting karena justru berisi doa dan harapan bagi tanah air Indonesia.

"Itu yang kita munculkan dalam film Wage ini. Khusus di Kota Semarang akan tayang di bioskop pada 9 November 2017," ujar dia. (asp)