Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 12:02 WIB
  • Film 'Wage' Jadi Ujian Bernegara Buat Prisia Nasution

  • Oleh
    • Rochimawati,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Film 'Wage' Jadi Ujian Bernegara Buat Prisia Nasution
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Prisia Nasution

VIVA – Film biopik tentang kisah Wage Rudlof Supratman menjadi momentum ujian bernegara bagi artis Prisia Nasution. Film berjudul 'Wage' tersebut akan tayang perdana di Djakarta Theatre bertepatan saat Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2017.

"Memang tahun ini ibarat kenegaraan saya sedang diuji. Beberapa garapan film kebetulan tentang kenegaraan," kata Prisia saat berbincang dengan VIVA.co.id  di Semarang, Kamis, 26 Oktober 2017.

Di film Wage Prisia memerankan sosok Salamah, seorang perempuan yang menginspirasi ide-ide WR Supratman dalam berkarya dalam hidupnya. Memerankan sosok Salamah, bagi Prisia merupakan tantangan tersendiri, karena literatur lengkap sosok tersebut sangat sulit dilacak.

"Sosok Salamah seperti ada dan tiada ya, kalau dibrowsing enggak ada. Dia keturunan kiai dari Betawi, perempuan yang yang menginspirasi WR Supratman dalam menciptakan lagu Indonesia Raya," katanya.

Namun, perempuan yang malang melintang di banyak judul film itu tak patah arang. Minimnya referensi soal karakter Salamah justru membuatnya tertantang untuk menokohkan dengan baik. "Maka terbentuklah karakter selama yang saya mainkan ini," ujar perempuan kelahiran Jakarta 33 tahun lalu itu. Film Wage diproduksi oleh Opshid Media Untuk Indonesia dengan Sutradara John De Rantau.

Sejumlah artis yang berperan dalam film ini antara lain Rendra Bagus Pamungkas,Teuku Rifnu Wikana, Putri Ayudya, Prisia Nasution, Wouter Zweers, Ricky Malau, Fery Sopyan, Pandoyo Adi Nugroho, Kedung Darma Romansa, Banon Gautama, Roy Santoso, Oim Ibrams, Ecky Lamoh, Eko Pethel, Peter van Luijk, Bram Makahekum, Khoirul Ilyas Aryatama, Windarti, Wulan Ruz, R. Nio Soeprapto.

Prisia berharap, film Wage nanti akan memberikan sumbangsih kepada negara dengan memperkenalkan tokoh penting bangsa Indonesia. Karena menurutnya, generasi muda sangat perlu untuk kembali melihat sejarah tentang tokoh besar yang memperjuangkan kemerdekaan. "Anak-anak zaman sekarang kan enggak banyak yang kenal sama Wage. Siapa sosoknya juga tidak ada tahu. Maka ini waktunya untuk mengingatkan lagi Wage sebagai pencipta Indonesia Raya," kata Prisia.

Secara pribadi, ia mengaku sangat bangga ketika dipercaya memerankan tokoh-tokoh penting di film kenegaraan. Baginya, hal itu menjadi sarana tepat untuk memberi sumbangsih tertinggi kepada bangsa Indonesia di bidang perfilman nasional.

"Saya berasa sudah dikasih banyak sama negara dan saya perlu ngasih balik kepada bangsa ini. Syukurlah niat saya juga didukung kru film yang tidak terlalu memikirkan uang. Mereka punya kegelisahan yang sama ketika melihat suhu politik yang kacau. Hanya saja, mereka enggak tahu mau melimpahkan kegelisahannya kemana. Maka kita bergabung untuk bikin film yang menggugah jiwa nasionalisme kita," terangnya.

Sebelum film Wage, Prisia juga muncul dalam film Merah Putih Memanggil yang tayang beberapa waktu lalu. Dalam film itu, ia memerankan tokoh dr. Kartini. "Tahun ini juga saya aktif bantu-bantu BNPT membekali pelatihan pembuatan film pendek soal keberagaman. Jadi tahun ini tahun film kenegaraan bagi saya.” (mus)