Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 27 Oktober 2017 | 16:08 WIB
  • Jodoh Wasiat Bapak: Tragedi Seram di Pabrik Tahu

  • Oleh
    • Beno Junianto
Jodoh Wasiat Bapak: Tragedi Seram di Pabrik Tahu
Photo :
  • ANTV
Jodoh Wasiat Bapak

VIVA – Lisda dan Husni adalah orang kaya di kampung kucrit. Mereka punya usaha pabrik tahu di belakang rumahnya. Pabrik rumahan kecil kecilan tapi sukses. Sehari harinya Lisda dan Husni menjalani pabrik tersebut dibantu Ningsih, Asisten Rumah Tangga yang juga pegawai pabrik mereka. Lalu ada 2-3 orang pegawai lainnya. Sedangkan Tary anak Lisda dan Husni, sibuk sekolah dan kegiatan lainnya.

Karesihna kesibukannya, Lisda jadi kurang memperhatikan Suami dan Anaknya. Sehingga, urusan rumah tangga lebih banyak dilakukan oleh Ning. Hal itu membuat di beberapa tahun terakhir, Tary justru jadi lebih akrab dan nyaman dengan Ningsih daripada Ibu kandungnya sendiri. Dan, tanpa mereka sadari, bukan hanya Tary yang jadi akrab dengan Ningsih, Husni pun jadi merasa jauh lebuh nyaman bersama Ningsih daripada istrinya.

Berkali kali Husni mencoba untuk engajak Ningsih selingkuh diam diam, bahkan menjanjikan akan menjadikan Ningsih istri kedua. Ningsih selalu menolak tapi Husni kerap memaksa, bahkan mengancam akan memecat dan mengusir Ningsih. JIka hal itu terjadi, Ningsih enggak bisa lagi membiayai anak dan orang tuanya di kampung.

Suatu saat, Lisda melihat Ningsih dan Husni (seolah) selingkuh. Padahal, saat itu Ningsih lagi berusaha menolak Husni untuk kesekian kalinya. Lisda marah besar. Merasa di khianati Ningsih yang sudah dibantunya sejak suaminya Ningsih meninggal. Tanpa sepengetahuan Husni, Lisda bunuh Ningsih di pabrik dan mayatnya disimpan di salah satu tong tempat tahu. Sebenarnya Husni diam diam mengetahui hal itu. Tetapi, karena merasa bersalah dan takut dengan Lisda yang dominan dalam rumah tangga mereka, Husni jadi bungkam.

Tary yang bingung, karena sudah hampir dua hari Ningsih menghilang, mencari cari Ningsih. Bahkan meminta bantuan Adam (Tary dan Adam saling kenal baik. Adam sudah menganggap Ningsih sebagai adiknya sendiri). Sampai akhirnya nanti Tary curiga Ningsih sudah meninggal, setelah melihat gelagat Lisda dan Husni yang panik dan jadi aneh sejak diteror hantu Ningsih. Hantu Ningsih pun akhirnya datang minta bantuan Tary untuk menguburkan mayatnya dengan layak.

Sedangkan Bopak dan Pak R,T masih terus mengejar Mama Adam. Mama Adam pusing, karena bosen ngeladenin mereka. Sista kasih ide, bagaimana kalau Mama Adam judesin mereka saja. Istilahnya kasih penolakan keras ke mereka biar mereka sadar dan enggak ganggu Mama Adam lagi. Mama Adam setuju.

Bahkan, minta bantuan Mas Gun buat pura pura deket sama Mama Adam. Alhasil, Bopak dan Pak RT sampe sakit karena enggak rela dijauhin Mama Adam. Mama Adam enggak tega akhirnya balik lagi baik baikin mereka. Daus cs akan gabung di plot ini, manas manasin Bopak-Pak RT dengan Mas Gun.