Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 1 November 2017 | 14:33 WIB
  • Cerita Tengah Malam: Beranak dalam Kubur

  • Oleh
    • Beno Junianto
Cerita Tengah Malam: Beranak dalam Kubur
Photo :
  • Foe Peace - VIVA.co.id
Kuburan.

VIVA – Menjadi kakak yang sempurna, adalah impian Nadia. Nadia (25) gadis yang sangat sayang pada adiknya. Walaupun Utari (22) adik Nadia manja dan keras kepala. Hingga suatu hari Nadia tahu kalau Utari hamil tujuh bulan akibat hubungannya dengan Arfan (30th) seorang pria munafik yang sudah menjadi tunangan Nadia.

Arfan menuduh Utari yang menggodanya. Sayangnya, Nadia percaya, karena ia masih mencintai Arfan. Selama ini, ternyata Utari menyembunyikan kehamilannya menggunakan baju ukuran besar dan stagen.

Tak ada pertengkaran. Hanya segelas teh berisi sianida untuk merayakan ulang tahun Utari yang terakhir. Nadia tak bergeming, ketika Utari yang mulai sekarat memohon untuk dibawa ke rumah sakit.

Nadia sebenarnya tak tega, tetapi Arfan melarangnya, karena mereka berdua akan katahuan telah membunuh Utari dan di penjara. Utari akhirnya tergeletak tak berdaya. Dalam kebingungan, malam itu akhirnya mereka menguburkan Utari di sebuah tempat tersembunyi. Mereka tidak menyangka sebenarnya Utari masih hidup lalu melahirkan prematur di dalam kuburan.  

Sejak itu sosok Utari gentayangan menghantui Nadia dan Arfan. Ia juga menghantui Gendis yang muncul menyerupai sosok anak kecil yang sering menyanyikan lagu lir ilir, Lagu yang sering di nyanyikan Utari saat mengelus perutnya ketika hamil. Dan, sosok Utari yang ingin membalas dendam pada Nadia dan Arfan, dan menghantui setiap orang yang hamil. Warga mengira arwah Utari ingin merebut bayinya. Warga geger karena kejadian itu.

Hingga suatu hari warga menemukan kuburan aneh yang ternyata kuburan Utari. Di dalamnya Warga menemukan jasad Utari dan seorang bayi. Wargapun gempar. RT Rahayu mulai ambil sikap menyuruh Deden dan Suyit menyelidikinya. Sementara itu, jasad Utari di bawa ke rumah sakit dan di semayamkan di sana hingga di makamkan dengan layak. Warga merasa lega karena mereka mengira arwah Utari akan pergi dan tak akan lagi meneror mereka.

Namun, ternyata arwah Utari tetap terus meneror Arfan dan juga Nadia yg bekerja sebagai perawat. Arfan akhirnya ditemukan mati mengenaskan. Nadia adalah teman Fatma, ia sering curhat tentang banyak hal, termasuk keanehan berat badan Nadia setiap ditimbang menjadi 120 kg, padahal tubuhnya kecil.

Ia tidak menyangka ternyata arwah Utari selalu ikut duduk di pundak Nadia. Utari tidak akan pergi sebelum bisa menuntut balas. Nadiapun stres mengetahuinya. Ia pun hanya bisa pasrah ketika di giring kerumah sakit jiwa. Ternyata, tak ada yang bisa sempurna selain Allah SWT.