Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 14:41 WIB
  • Jodoh Wasiat Bapak: Tukang Bubur Menolak Dikubur

  • Oleh
    • Beno Junianto
Jodoh Wasiat Bapak: Tukang Bubur Menolak Dikubur
Photo :
  • anteve
Jodoh Wasiat Bapak

VIVA – Sinetron Jodoh Wasiat Bapak kembali hadir di ANTV malam ini. Kali ini, Jodoh Wasiat Bapak mengangkat misteri soal kematian seorang tukang bubur.

Amir adalah tukang bubur ayam yang berhati tulus ikhlas. Ia tidak pernah perhitungan dalam berdagang. Bahkan, Amir rela tidak dibayar, saat ada orang yang tak mampu membayar bubur ayamnya. Bagi Amir, mempunyai hati yang senantiasa ikhlas adalah ibadah mencapai rido Allah SWT.

Sehingga, selama berdagang bubur ayam, Amir tak mempermasalahkan berapa keuntungan yang diterimanya. Tetapi, William anaknya dan Joana istrinya, selalu meremehkan, bahkan menghina pekerjaan Amir. William malah kerap bersikap kasar, seenaknya pada Amir.

William meminta uang dengan paksa pada Amir untuk berpacaran. Sedangkan Joana, sering berutang pada rentenir untuk kesenangannya pribadi, membeli perhiasan emas. Tetapi, yang membayar utangnya adalah Amir sendiri. Namun begitu, Amir menghadapi perangai buruk anak dan istrinya dengan sabar, dan ikhlas.

Hingga suatu ketika, Amir mengetahui perbuatan William dan Joana yang membunuh istri orang. Arwah istri orang itu menggentayangi William dan Joana. Joana rupanya berniat mengawini suami dari wanita itu yang merupakan orang kaya. Amir memaksa mereka menyerahkan diri ke polisi. Karena terancam, William pun nekad membunuh bapaknya sendiri. Amir tewas mengenaskan. Joana merasa lega, terlepas dari penderitaan seorang tukang bubur ayam.

Ketika jenazah Amir hendak dimakamkan, jenazah Amir tak mau diangkat. Menempel ketat di lantai. Adam dan Ustadz Syakieb yakin ada sesuatu yang mengganjal arwah. Dari Sista diketahuilah, jenazah menolak dikuburkan karena Joana dan William belum menyerahkan diri ke polisi. Bukan hanya itu, adalah beberapa kaum fakir miskin yang sering mendapat bubur ayam gratis dari Amir, mereka tidak ikhlas kehilangan orang sebaik Amir. Berhati mulia dan dermawan.