Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 15:26 WIB
  • Satu Hari Nanti, Perjalanan Cinta dari Indonesia ke Swiss

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Nuvola Gloria
Satu Hari Nanti, Perjalanan Cinta dari Indonesia ke Swiss
Photo :
  • Nuvola Gloria/VIVA.co.id
Pemain film Satu Hari Nanti

VIVA – Satu Hari Nanti, film drama cinta ini mengisahkan dua sejoli yang menjalani kehidupan bersama untuk mengejar cita-cita masing-masing. Kedua pasangan tersebut jauh-jauh ke Swiss untuk mengemban kehidupan.

Film yang berada di bawah rumah produksi Rumah Film dan Evergreen Pictures ini dihiasi oleh wajah-wajah kenamaan seperti Ringgo Agus Rahman (Din), Ayushita (Chorina), Deva Mahenra (Bima), dan Adinia Wirasti (Alya).

Mereka menghabiskan waktu selama lebih kurang 28 hari di negara yang terkenal dengan jam tangan mewah dan cokelat tersebut. Film yang akan tayang pada 7 Desember 2017 itu digarap oleh Salman Aristo.

"Saya sebagai Bima, selain akting juga sebagai penyanyi dalam film ini. Bima memulai karier di Indonesia tapi ingin menggapai mimpi ke Swiss," ucap Deva saat jumpa pers peluncuran teaser dan poster film Satu Hari Nanti di Qubicle Center, Jakarta Selatan, Rabu, 15 November 2017.

Bagi keempat aktor dan aktris ini cukup menyenangkan bekerja sama dengan beberapa sineas film di Switzerland. Ringgo mencoba pengalaman baru di mana dia menjadi seorang pemandu wisata.

"Saya sebagai tour guide untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di sana, harus bisa bahasa Inggris, Swiss-Jerman, India, dan sedikit Thailand. Saya juga sebagai calon novelis karena hobinya melakukan perjalanan ke belahan dunia," ungkap suami Sabai Dieter itu.

Selain itu, Ayushita sebagai manajer hotel yang berasal dari keluarga kaya asal Indonesia. Adinia yang menjadi pembuat cokelat mengemban studi kuliner di Swiss.

Film ini mengisahkan perjalanan cinta mereka. Keempat aktor ini senang dapat bekerja sama dengan teratur bersama sineas di Swiss.

"Kami juga dapat judul secara tiba-tiba ya. Bukan kami mencari judul, tapi judul yang menghampiri kami. Pas kami diskusikan, ya ok," tutur Salman Aristo, selaku sutradara film.