Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 16 November 2017 | 07:52 WIB
  • Syuting Film, Kru 'Keluarga Tak Kasat Mata' Kerasukan

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Maria Margaretha Delviera
Syuting Film, Kru 'Keluarga Tak Kasat Mata' Kerasukan
Photo :
  • VIVA.co.id/Maria Margaretha Delviera
Para artis Keluarga Tak Kasatmata

VIVA – Film horor Keluarga Tak Kasat Mata, yang berdasarkan cerita nyata ditulis oleh Bonaventura Genta, akan rilis serentak di bioskop mulai 23 November 2017. Film ini mengisahkan sekelompok karyawan dihantui di kantor baru di Yogyakarta.

Kantor yang dijadikan sebagai lokasi syuting merupakan kantor berhantu, yang mendasari kisah Genta. Tentunya suasana menegangkan sangat terasa sepanjang syuting. Para kru bahkan harus mengadakan ritual sebelum syuting dimulai untuk kelancaran syuting selama 20 hari lebih.

“Di luar film horor, film biasa juga ada ritual. Tapi ini karena menvisualkan kisah nyata yang tak terlihat, pastilah mereka juga pasti pengin tahu. Diganggu sih enggak, tapi sampai editing masih berasa ada,” ungkap Sutradara Keluarga Tak Kasat Mata, Hedy Suryawan, ketika jumpa pers di kawasan Kuningan, Rabu 15 November 2017.

Walaupun selama proses syuting tidak ada gangguan, pada hari terakhir syuting ada kejadian yang tidak mengenakan. Salah satu kru kerasukan karena mengatakan suatu hal yang bikin penunggu di lokasi tersinggung.

Diutarakannya, saat itu kru film sedang mencoba menciptakan sosok hantu menggunakan make-up artist. "Dibuatlah hantu mukanya hancur. Lalu dibilang jangan, saya bilang kenapa?" katanya. 

Tapi sang make-up artist berkukuh mendandani hantu bermuka hancur. Hedy melanjutkan ceritanya, sang make-up artist berkata, "Mau tes mukanya kok, masa hantu tersinggung?" 

"Dalam hitungan menit, make-up artist itu kerasukan. Ternyata memang enggak bisa sembarangan dan kami buat karakter hantu itu,” ujarnya.

Tidak seperti film horor yang menggunakan setan berdarah-darah, dalam film ini Hedy mencoba menggambarkan sosok hantu ikonik. Salah satunya yaitu hantu ibu-ibu dengan pakaian Jawa yang akan menghantui benak penonton.

“Berkali-kali kami bilang ini bukan shocking movie, tapi suasana ambience yang kami ciptakan. Saya enggak mau menciptakan sosok yang seperti monster, akhirnya kami memvisualkan apa adanya,” ujarnya.