Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 21 November 2017 | 14:12 WIB
  • Jodoh Wasiat Bapak: Kakek Sarung yang Difitnah

  • Oleh
    • Beno Junianto
Jodoh Wasiat Bapak: Kakek Sarung yang Difitnah
Photo :
  • instagram.com/jodoh_wasiat_bapak_antv
Jodoh Wasiat Bapak

VIVA – Kampung Kucrit heboh gara-gara penemuan mayat perempuan yang dibungkus kain sarung. Yang nemuin Daus dan Mak Atiek. Akibatnya, mereka harus dibawa ke polisi untuk membuat laporan sebagai saksi. Karena mayatnya ada di dalam sarung, warga menduga perempuan itu dibunuh sama Kakek Sarung. Slamet yang paling antusias memprovokasi warga supaya menangkap Kakek Sarung.

Menurut Slamet, kampung jadi tegang dan tidak aman setelah isu Kakek Sarung itu muncul. Dia menambahi ketegangan, bahwa Kakek Sarung adalah pelaku ilmu hitam yang sedang butuh tumbal untuk menyempurnakan ilmunya. Itu artinya, masih ada orang lain yang siap dijadikan korban oleh Kakek Sarung.

Padahal, perempuan yang bernama Anjani itu dibunuh oleh Slamet sendiri. Anjani adalah pacar Slamet yang hamil dan minta tanggung jawab Slamet untuk menikahinya. Slamet belum siap. Apalagi, dia juga sedang pacaran dengan perempuan lain bernama Suci. Karena terus-terusan dipaksa, Slamet gelap mata dan membunuh Anjani. Mayatnya dibungkus kain sarung dan ditaruh di tengah-tengah jalanan Kampung Kucrit.

Yang jadi sasaran pelaku pembunuhan ternyata Kakek Udin, seorang pedagang sekuteng tunarungu yang selalu pakai sarung ke mana-mana. Mungkin, karena itu makanya Kakek Udin dituduh sebagai Kakek Sarung. Ketegangan makin bertambah saat warga dapat kiriman kain sarung lusuh. Semua takut. Untungnya, Ustaz Syakieb berhasil menenangkan warga. Semua sarung kiriman itu dikumpulkan dan disumbangkan ke sebuah musholla.

Beberapa hari kemudian, ternyata muncul korban pembunuhan lain. Kali ini menimpa Suci. Tubuhnya ditemukan Juminten tergantung di atas pohon. Yang bikin warga takut, alat untuk menggantung tubuh Suci adalah kain sarung. Kakek Udin akhirnya ditangkap warga. Dia dipaksa ngaku sebagai pembunuh dua perempuan. Tetapi, Kakek Udin tidak mau ngaku. Dia akhirnya dipaksa untuk melakukan sumpah pocong. Jika dia pelakunya, dia akan terkena azab.

Sampai pada akhirnya, hantu Suci dan Anjani balas dendam pada Slamet. Mereka berhasil membunuh Slamet dengan cara dililit kain sarung. Ketika hendak dikubur, barulah terkuak semuanya. Slamet adalah pelaku pembunuhan dua perempuan. Dia sengaja pakai isu Kakek Sarung untuk menutupi semua perbuatannya.

Slamet membunuh mereka karena tidak tahan diminta tanggung jawab atas kehamilan mereka. Ketika hendak dikubur. Jenazah Slamet berkali-kali jatuh dari keranda. Akhirnya, Slamet pun dibawa pakai tandu dari kain sarung