Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 3 Desember 2017 | 09:57 WIB
  • ?Film Indonesia Dapat Kucuran Dana Segar dari SAFF

  • Oleh
    • Rochimawati,
    • Ichsan Suhendra
?Film Indonesia Dapat Kucuran Dana Segar dari SAFF
Photo :
  • variety
Delon Tio

VIVA – The Hunted, film asal Indonesia berhasil mendapatkan pendanaan dari Southeast Asian Film Financing Project Market. Dari empat hadiah yang ada, The Hunted berhasil memenangkan tiga di antaranya.

Proyek film tersebut memenangkan, Auroro Producing Award dan mendapat dana US$15 ribu. Lalu Yellow Box Soundscape Award, berupa pendanaan paska produksi senilai US$15 ribu dari salah satu rumah musik dan audio terkemuka di Asia Tenggara. 

Terakhir, RED Digital Cinema Award dan berhak mendapatkan kamera Red Scarlet-W senilai US$25 ribu selama 20 hari. Hadiah keempat didapat film asal Filipina, Mina-Anud.

"(Program) ini akan membantu proyek kami lebih jauh lagi," kata Produser The Hunted, Delon Tio seperti dikutip dari Variety, Minggu 3 November 2017 .

SAFF Project Market merupakan program yang menghubungkan produser dan pembuat film dengan investor atau mitra produksi. Tahun ini SAFF Project Market 2017 digelar di Singapura pada 28 November - 1 Desember.

The Hunted akan bercerita mengenai empat gadis yang setelah menggelar pesta di Bali, tiba-tiba berada di sebuah pulau. Di tempat itu, mereka dikejar dua orang yang menjadikan manusia sebagai buruannya. The Hunted baru akan mulai syuting pada Agustus 2018.

Film ini merupakan proyek pertama bagi Delon yang mendapat pendanaan dalam ajang seperti SAFF Project Market. Sebelumnya, Delon Tio menjadi produser film Rumah Dara, Claudia/Jasmine, Simponio Luar Biasa dan Mari Lari.

"Saya telah menghasilkan tujuh film sejauh ini dan saya hanya mengumpulkan pendanaan dari Indonesia. Saya tidak pernah menempuh langkah mendaftarkan proyek saya ke pasar film dalam program seperti SAFF sebelumnya. Pengalaman yang sangat baik bertemu dengan investor, produser dan distributor dari negara lain. Kami membutuhkan pendanaan untuk mencapai tingkat produksi tertentu, karena kami tidak melihat ini hanya untuk film Indonesia saja, tapi juga level dunia.” (mus)