Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 00:48 WIB
  • Satu Hari Nanti, Cara Adinia Wirasti Belajar dari Kesalahan

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Nuvola Gloria
Satu Hari Nanti, Cara Adinia Wirasti Belajar dari Kesalahan
Photo :
  • Nuvola Gloria/VIVA.co.id
Adinia Wirasti, Deva Mahenra, Ringgo Agus

VIVA – Alya (Adinia Wirasti) dan Bima (Deva Mahendra) harus menerima kenyataan yang sulit untuk menggapai mimpi masing-masing. Keduanya dihadapkan dengan konflik hati dan pikiran agar dapat menerima satu sama lain.

Apalagi jalinan asmara telah dibina sudah tiga tahun namun Bima merasa mimpinya bersama Alya belum terpenuhi.

Keadaan semakin berbeda ketika keduanya dihadapkan dengan suasana lain. Ada Din (Ringgo Agus Rahman) dan Chorina (Ayushita Nugraha) yang juga hampir mengalami lika-liku yang sama dengan Alya-Bima.

Dua pasang sejoli yang bermain dalam film Satu Hari Nanti tersebut harus menempuh perjalanan karier dan cinta yang ada di depan mata. Bahkan harus belajar dari kesalahan.

"Saya sebagai pemain aktor yang berperan sebagai Alya, yang saya pelajari dengan Alya adalah bagaimana caranya belajar dari kesalahan yang sudah saya buat," kata Adinia saat jumpa pers di Epicentrum XXI Jakarta Selatan, Selasa 5 Desember 2017.

Adinia benar-benar menggunakan hati nurani agar dapat fleksibel adegan demi adegan.

"Dan ketika belajar untuk jadi fleksibel, pada akhirnya dengan nurani dan hati yang tulus pasti akan menjadi pelajaran yang sangat berharga akan menjadikan pribadi yang utuh," ujar Asti, begitu sapaannya.

Film yang digarap oleh Salman Aristo yang berada di bawah Rumah Film dan Evergreen Pictures itu menghabiskan waktu selama 26 hari syuting di Swiss.

Lika-lika pertemanan dan percintaan mendominasi alur cerita yang diperankan oleh keempat aktor kenamaan tanah air tersebut. Adalah Bima sebagai musisi yang mencari peruntungan sembari mengejar cintanya Alya yang berbisnis toko coklat.

Selain itu, ada Chorina yang berprofesi sebagai manajer hotel menghadapi peliknya hati ketika menjalin asmara dengan Din yang berprofesi sebagai pemandu wisata dan mahir empat bahasa dunia. (ren)