Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 22:22 WIB
  • Kasus Twitter Nikita Mirzani, Uus: Kalau Tak Suka Bilang Aja

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Bayu Nugraha
Kasus Twitter Nikita Mirzani, Uus: Kalau Tak Suka Bilang Aja
Photo :
  • twitter.com/Uus
Uus

VIVA – Selain Rizky Firdaus Wijaksana, alias Uus yang dipanggil sebagai saksi laporan Nikita Mirzani, nampaknya ada artis lain yang akan diperiksa.

“Kemungkinan Moamar Emka, dia berteman langsung dengan Nikita di Twitter, sebagai saksi fakta,” kata pengacara Nikita Mirzani, Aulia Fahmi, di Markas Polda Metro Jaya, Selasa 24 Oktober 2017.

Aulia yang datang bersama Uus hari ini ke Polda Metro Jaya, mengatakan ada belasan pertanyaan yang diajukan penyidik pada Uus, ketika dipersiksa sebagai saksi. Pihaknya mengaku akan menambah saksi lagi, supaya polisi bergerak cepat menemukan pelaku dan menindak tegas pelaku.

“Tadi ada 13 pertanyaan. Kalau mengenai barang bukti, sampai saat ini masih pendalaman di digital forensik,” katanya.

Komentar Uus sendiri tak jauh berbeda, ketika tiba di Polda Metro. Ia menduga nampaknya memang ada orang-orang yang tak suka dan ingin menyerang Nikita. "Kalau enggak suka mah ngomong aja langsung, telepon manajernya ajak ketemuan, ajak berantem,” ujar Uus.

Artis Nikita Mirzani melaporkan dua akun media sosial dan tiga elemen masyarakat terkait unggahan pernyatan di media sosial yang memfitnah dirinya. Muannas Alaididid, pengacara Nikita, mendatangi Polda Metro Jaya dengan melaporkan akun Instagram @pki_terkutuk65 dan pemilik akun Facebook Aria Dwiyatmo.

Selain akun media sosial, Nikita juga memerkarakan Ketua Umum Gerakan Pemuda Anti Komunis (Gepak), Rahmat Imran, Aliansi Advokat Islam NKRI, serta Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia, Sam Aliano. Ketiganya meski tak mengunggah sesuatu di media sosial, namun disebut telah merugikan Nikita atas pernyataannya yang memuat kebohongan.

"Menurut jejak digitalnya, diketahui sebagai penyebar pertama kali (akun) @pki_terkutuk65, kemudian disebarkan secara luas oleh akun Facebook atas nama Aria Dwiyatmo," kata Muannas di Mapolda Metro Jaya, Senin lalu, 9 Oktober 2017.