Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 09:51 WIB
  • Happy Salma Alih Profesi

  • Oleh
    • Rochimawati,
    • Mohammad Yudha Prasetya
Happy Salma Alih Profesi
Photo :
  • Yudha Prasetya
Pementasan teater 'Perempuan Perempuan Chairil' yang diproduseri Happy Salma

VIVA – Aktris dan pemain teater Happy Salma mengaku senang bisa memproduseri pentas teater 'Perempuan Perempuan Chairil', yang digagasnya bersama Agus Noor, sang sutradara.

Dengan memproduseri pentas yang akan digelar di Teater Taman Ismail Marzuki pada 11 dan 12 November 2017 itu, Happy mengaku senang bisa berbagi pengalamannya di balik layar.

"Biasanya kan kebanyakan saya ikut main, jual tiket, bikin konsep, dan lebih banyak ngobrolin soal keaktoran atau proses aku bermain. Nah ini mungkin kesempatan aku untuk bisa sharing di belakang layar secara fokus. Biasanya kan depan-belakang, dan sekarang benar-benar di belakang (layar)," ujar Happy saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Terkait didapuknya sejumlah aktor dan aktris papan atas seperti Reza Rahadian, Chelsea Islan, Tara Basro, Marsha Timothy serta Sita Nursanti, Happy mengaku bersyukur karena telah lama memiliki kedekatan secara personal dengan mereka.

Sebab, selain nominal bayaran yang sebenarnya tak akan dapat diakomodasi untuk aktor dan aktris sekelas mereka, Happy mengaku sangat membutuhkan komitmen dari mereka untuk serius berlatih demi pementasan lakon 'Perempuan Perempuan Chairil' ini.

"Di sini lebih banyak dedikasi pada pekerjaannya. Karena kalau kita bayar secara profesional, tentu saya tidak akan mampu. Yang bisa saya kerjakan adalah kita berkolaborasi bersama, itu akhirnya kenapa saya mengajak kerja sama dengan teman-teman ini," ujarnya.

Diketahui, selain Reza Rahadian yang memerankan Chairil Anwar, bintang lain yang juga turut berperan dalam pementasan 'Perempuan Perempuan Chairil' ini yakni Marsha Timothy sebagai Ida Nasution, Chelsea Islan sebagai Sri Ajati, Tara Basro sebagai Sumirat, dan Sita Nursanti sebagai Hapsah Wiriaredja. (one)