Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 20 Oktober 2017 | 13:47 WIB
  • Orang Jepang Rela Belajar Bahasa Indonesia Demi Tulus

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Mohammad Yudha Prasetya
Orang Jepang Rela Belajar Bahasa Indonesia Demi Tulus
Photo :
  • Putri Firdaus/VIVA.co.id
Penyanyi Tulus.

VIVA – Usai memromosikan lagunya yang berjudul Sepatu atau Kutsu dalam Bahasa Jepang, bintang pop Muhammad Tulus mengaku amat bahagia. Beberapa kali berkunjung ke Jepang, Tulus mengaku sudah ada sejumlah orang asli sana yang menyukai karya-karyanya.

"Waktu saya pertama kali ke Jepang itu yang mendominasi penonton udah pasti orang Indonesia di Jepang sana. Tapi ketika saya ke sana yang kedua, ketiga, atau keempat kalinya, itu sudah mulai bercampur dengan orang-orang Jepang asli yang datang untuk memberikan apresiasinya," ujar Tulus di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, 19 Oktober 2017.

Meski demikian, Tulus tak lantas tinggi hati. Dia mengaku bahagia justru karena bisa memperkenalkan diri sebagai orang Indonesia, di hadapan orang-orang Jepang yang menjadi pendengarnya.

"Saya amat sangat senang dan bersyukur sekali, sudah ada penggemar saya yang orang asli Jepang. Kenapa saya bersyukur, bukan karena mereka menggemari karya saya, tapi karena saya punya kesempatan untuk bilang bahwa saya ini dari Indonesia lho," kata Tulus.

"Karena meskipun saya menyanyikan satu lagu dalam Bahasa Jepang, tapi lagu-lagu lainnya saya tetap nyanyikan dalam Bahasa Indonesia," ujarnya menambahkan.

Ketika ditanya pengalaman apa yang paling berkesan dan menyentuh baginya selama promo lagu Kutsu di Jepang, Tulus sempat dibuat takjub dengan pengakuan seorang penggemarnya. Orang Jepang asli itu mengatakan sedang mempelajari Bahasa Indonesia demi memahami semua lagu-lagu Tulus yang ditulis dalam bahasa aslinya.

"Yang paling menarik dan saya enggak pernah lupa adalah saya pernah ditemui oleh salah satu penggemar saya di situ, dan dia mulai belajar Bahasa Indonesia karena dia suka lagu-lagu saya yang saya tulis dalam Bahasa Indonesia," ujarnya. (ren)