Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 11:02 WIB
  • Eksistensi Ari Lasso di Mata Musisi Indonesia

  • Oleh
    • Beno Junianto,
    • Bobby Agung
Eksistensi Ari Lasso di Mata Musisi Indonesia
Photo :
  • Mohammad Yudha Prasetya/VIVA.co.id
konser 25 tahun Ari Lasso

VIVA – Konser "Ari Lasso 25 Tahun Sepenuh Hati" yang berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta Selatan pada Rabu malam, 25 Oktober 2017, begitu digandrungi penonton. Mereka datang dari berbagai kalangan, khususnya penggemar sang penyanyi dari awal karier.

Kalangan fans konon tak datang dari masyarakat acak saja, melainkan sesama musikus. Judika misalnya, yang semalam naik ke atas panggung dan berkolaborasi membawakan lagu Elang dan Kirana.

"Ari Lasso adalah inspirasi yang berperan besar dalam karier saya. Lagu tersulit itu Elang dan Kirana, karena temponya agak mengambang dan liriknya juga puitis," ujar Judika, tadi malam.

Adapun Anji, solois yang juga mantan vokalis grup musik Drive, mengungkapkan kegemarannya pada Ari secara terang-terangan. Itu terjadi di atas panggung, saat mereka hendak berduet.

"Waktu masih jadi penyanyi amatir, saya sering nyanyi lagu Mas Ari Lasso. Saya mengidolakannya dan dia tahu kalau saya adalah seorang penggemar yang tidak lebay," kata Anji.

Dari kedua sosok di atas, keberadaan Melly Goeslaw, kemudian mengulas kembali napak tilas Ari, saat memasuki kiprah solo pada awal dekade 2000-an silam. Dengan konteks bercanda, vokalis grup musik Potret itu menyampaikan pada khalayak.

"Waktu itu saya kasihan sama Ari, dia dikeluarin dari band dan enggak ada job. Saya bercanda, Ari Lasso itu favorit saya," tutur Melly, mengundang derai tawa seisi Balai Sarbini.

Ari Lasso rampung menggelar konser tunggalnya secara apik. Dari belasan daftar, ia membawakan lagu-lagu dari awal berada di Dewa 19, lalu saat berkiprah solo, kemudian membawakan tembang musisi lain, hingga materi baru. (asp)