Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 1 November 2017 | 13:45 WIB
  • Sawahlunto Glelar Festival Musik Bertaraf Internasional

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Andri Mardiansyah (Padang)
Sawahlunto Glelar Festival Musik Bertaraf Internasional
Photo :
  • VIVA.co.id/Andri Mardiansyah
Sawahlunto Music Festival

VIVA – Setelah sukses menyedot perhatian sejumlah musisi nasional dan internasional, Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, kembali menggelar event musik bertaraf internasional pada 4 hingga 5 November 2017.

Event yang kali ini sudah masuk tahun kedelapan tersebut, bertajuk Sawahlunto International Music Festival (SIMFes) 2017.

SIMFes 2017, merupakan salah satu dari tiga event unggulan di Provinsi Sumatera Barat dan agenda dalam kalender pariwisata dari Kementerian Pariwisata.

"Sebagai event kebudayaan berskala internasional, SIMFes diharapkan dapat mempromosikan potensi wisata budaya yang dimiliki Sawahlunto, serta menarik wisatawan domestik maupun internasional," kata Riza Anggraini, Rabu 1 November 2017.

SIMFes kembali menghadirkan musisi-musisi dari berbagai negara yang akan mengikuti workshop musik bersifat edukasi dan transfer knowledge, dengan pemateri musisi SIMFes, yaitu Daood Debu. Materinya soal perkusi khas Turki Darabuka dan materi perkusi khas Flamenco Spanyol.

Musisi internasional yang diundang menghadiri festival tahunan ini adalah musisi Spanyol yang juga penari flamenco, Angela Lopez, musisi Turki yang terkenal bersama grup musik Debu, Daood, dan Jesse Larson, musisi asal Afrika. Sementara itu, musisi indie lokalnya antara lain Sisir Tanah, Diskopantera, The Cigarman Blues, dan lainnya.

Sawahlunto Music Festival

Dengan menghadirkan musisi dari tiga benua dengan kebudayaan yang berbeda, SIMFes menggambarkan keberagaman yang dimiliki Sawahlunto. Sawahlunto merupakan kota yang terdiri dari beragam etnis seperti Minang, Jawa, Tionghoa, Batak, Sunda, Makasar, Aceh, Bugis, dan etnis lainnya.

Banyaknya etnis yang menempati Sawahlunto, membuat kota ini kaya akan potensi kebudayaan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang mengunjungi Sawahlunto.

"Sawahlunto ini kaya akan potensi kebudayaan yang mampu menarik perhatian banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sawahlunto, selain dikenal sebagai kota tambang, juga merupakan kota multi Etnik. KIta beragam, namun tetap satu dan saling mendukung satu sama lain," kata Kasi pemasaran dan kerja sama pariwisata, Dinas Pariwisata, pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto, Riza Anggraini, Rabu 1 November 2017. (asp)