Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 13 November 2017 | 16:47 WIB
  • Rilis Album, Taylor Swift Sertakan Surat untuk Penggemar

  • Oleh
    • Rochimawati,
    • Mohammad Yudha Prasetya
Rilis Album, Taylor Swift Sertakan Surat untuk Penggemar
Photo :
  • instagram.com/taylorswift
Taylor Swift

VIVA – Akhir pekan lalu, penyanyi Taylor Swift baru saja merilis album keenamnya berjudul 'Reputation'. Bersamaan dengan peluncuran album tersebut, Taylor pun menyertakan sebuah catatan berupa surat terbuka kepada para penggemarnya, mengenai suka-duka selama berkarier di industri musik.

Dilansir dari ContactMusic, Senin 13 November 2017, penyanyi 27 tahun itu bercerita, meskipun dia merasa beruntung dan bersyukur dengan kariernya saat ini, sejumlah hal positif dan negatif memang tak boleh diacuhkan begitu saja dari perjalanan kariernya.

"Saya menjadi perhatian publik sejak berusia 15 tahun. Saya sangat beruntung bisa bermusik untuk hidup, dan melihat orang-orang yang penuh kasih dan bersemangat," ujar Taylor.

Namun, ia mengaku jika semua itu tak melulu soal hal yang positif. Karena dia juga merasakan dampak akan ketenarannya itu dalam hal yang negatif. 

"Di sisi lain koin itu, banyak kesalahanku yang telah digunakan untuk melawan diriku sendiri, patah hatiku yang dijadikan hiburan orang lain, dan penulisan lagu saya telah diremehkan oleh sejumlah pihak," ujarnya.

Taylor pun memaklumi akan hal tersebut. Dia paham bahwa dampak buruk dari era digital saat ini memang bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali dirinya sendiri.

"Ini adalah generasi pertama yang dapat melihat kembali seluruh kisah kehidupan mereka, yang didokumentasikan dalam gambar di internet. Dan bersama-sama kami semua akan menemukan efek samping dari hal itu," kata Taylor.

Di bagian akhir surat, Taylor seakan ingin meneriakkan kegusaran hatinya, mengenai bagaimana hidup harus terus dijalani, meski dirinya kerap menemukan orang-orang yang berbuat baik hanya untuk menunjukkan kepada orang yang mereka pilih saja.

"Biarkan saya mengatakannya lebih keras lagi, lebih keras untuk orang-orang di belakang...Kami pikir kami mengenal seseorang, tapi sebenarnya kami hanya tahu versi mereka yang mereka pilih untuk ditunjukkan kepada kami," tuturnya.