Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 08:35 WIB
  • Di Album Baru, Fade2Black Sukses 'Lepas' dari Bondan Prakoso

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Mohammad Yudha Prasetya
Di Album Baru, Fade2Black Sukses 'Lepas' dari Bondan Prakoso
Photo :
  • Viva.co.id/Mohammad Yudha
Luncurkan Album 'Tabik!', Fade2Black Gandeng Audrey G.A.C.

VIVA – Sebelum merilis album full perdana mereka berjudul Tabik! di bawah label Sony Music, grup hip hop asal Kota Bogor, Fade2Black, sebelumnya telah merilis empat buah album bersama musisi dan mantan bassist Funky Kopral, Bondan Prakoso.

Sehingga, banyak pihak yang beranggapan bahwa Fade2Black tidak akan pernah bisa lepas dari bayang-bayang seorang Bondan Prakoso, yang ikut membesarkan nama mereka.

Namun, salah satu personel Fade2Black, Tito, akhirnya membantah anggapan tersebut, dan menegaskan jika album terbaru merupakan salah satu pembuktiannya.

"Sebelumnya banyak orang bilang Fade2Black enggak bakal pergi dari Bondan Prakoso. Tadi di album ini kita buktikan bahwa kita masih sama, tapi kita tampil beda," kata Tito saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 29 November 2017.

"Karena dengan keberadaan empat personel di sini aja, itu udah membuktikan bahwa album ini tuh something new dari kita," ujarnya menambahkan.

Tito juga menjelaskan, perbedaan album baru mereka itu dengan keempat album sebelumnya yang diproduksi bersama Bondan Prakoso, tentunya akan terdengar sangat jelas.

"Dari 2004 kita proyek bareng Bondan Prakoso sampai 2013 dan menghasilkan empat album, itu isinya lebih banyak eksperimental. Di mana mayoritas musisi yang hadir itu mereka menentukan identitasnya dulu, baru mereka bereksperimen," kata Tito.

"Di sini kita enggak. Kita melakukan yang berkebalikan di album ini, karena di album ini kita benar-benar menunjukkan identitasnya Fade2Black," ucapnya menjelaskan.

Meski demikian, karena mereka bernaung di bawah salah satu major label record besar Tanah Air, yakni Sony Music, Tito pun mengakui jika idealisme mereka sebagai musisi memang harus dibagi dua dengan selera pasar yang ingin mereka invasi.

"Kita bisa bilang antara idealisme kita sebagai rapper dan pasar itu porsinya 50:50 di album ini. Tapi setidaknya masih bisa lah nembus orang-orang dari berbagai umur," ujarnya. (one)