Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 18 Juli 2017 | 12:53 WIB
  • Alasan Nia Dinata Garap Film Serial

  • Oleh
    • Irfan Laskito,
    • Mohammad Yudha Prasetya
Alasan Nia Dinata Garap Film Serial
Photo :
  • VIVAnews/Gestina.R
Nia Dinata

VIVA.co.id – Sutradara Nia Dinata tengah menggarap sebuah film serial 13 episode berjudul SWITCH, yang rencananya akan tayang di sebuah platform aplikasi penyedia film lokal.

Ketika ditanya apa yang membuatnya tertarik menggarap film serial yang hanya akan tayang di platform aplikasi daripada film layar lebar ini, Nia mengaku jika kegemarannya nonton film di platform penyedia film seperti Netflix, membuatnya berhasrat untuk memproduksi hal serupa.

"Aku terima (garap film) ini karena kan aku suka nonton dan pecandu Netflix, dan aku sering menemukan serial yang lebih keren dari layar lebar. Makanya aku pikir 'Gila ya, bisa lebih keren dari segi aktingnya dan bahkan dari segi konsepnya'. Makanya dari sini kita bisa menemukan sesuatu yang baru dan menonton film dengan jalan cerita yang bisa bikin kita ketawa, baik tentang relationship, hubungan pertemanan, dan segala macam," kata Nia saat ditemui di sela-sela syuting, kawasan BSD, Serpong, Tangerang, Senin 17 Juli 2017.

Nia menjelaskan, meskipun pola kerja saat syuting dibuat sama dengan proses penggarapan film layar lebar, namun salah satu perbedaan yang menurutnya mencolok adalah penggunaan setting tempat yang terbilang cukup minim dalam produksi film serialnya kali ini.

"Ketika saya nulis script, emang didesain bahwa mereka ini ruang lingkup gerak dan geografisnya cuma di lingkungan Scentia Park ini aja. Karena di taman ini banyak sekali kejadian yang seru, kayak taman, butterfly park, restoran, coffe shop yang Indonesia banget, ada sinema indie dan toko buku. Jadi satu blok ini akan punya cerita sendiri untuk orang-orang di sini. Makanya kita bikin ceritanya seputar sini," kata Nia.

Selain itu, lanjut Nia, proses penggarapan naskah yang lebih banyak dibanding naskah film layar lebar, membuatnya seakan memiliki banyak ruang untuk menuangkan ide cerita, ke dalam 13 episode yang dikerjakannya di film SWITCH tersebut.

"Soal ceritanya, kalau film (layar lebar) kan misalnya 120 halaman, dua jam kelar. Kalau ini kan ya 24 (menit per episode) dikali 13 aja. Hampir 300 menit lah. Ya sekitar lima jam kan. Makanya jadi panjang sekali dan syutingnya juga lama, sekitar tiga bulanan," ujarnya. (mus)