Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 4 November 2017 | 11:44 WIB
  • Jodoh Wasiat Bapak: Azab Pengedar Uang Palsu

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti
Jodoh Wasiat Bapak: Azab Pengedar Uang Palsu
Photo :
  • ANTV
Jodoh Wasiat Bapak

VIVA – Sinetron Jodoh Wasiat Bapak selalu ditunggu. Malam ini, sabtu 4 November 2017, sinetron yang dibintangi Adly Fairuz ini bakal mengisahkan cerita tentang Sandra dan Sigit, sepasang suami istri terkaya di kampung Kuncrit berkat usaha rentenirnya dengan menggunakan uang palsu.

Sandra dan Sigit membuka jasa pinjaman uang tanpa bunga. Tujuannya, agar uang palsu mereka tertukar dengan uang asli. Warga tergiur dan mulai meminjam ke Sandra dan Sigit. Sandra dan Sigit meminjamkan uang pada warga dengan menggunakan uang palsu. Sehingga saat uang palsu tersebut dipinjamkan, para warga mengembalikannya dengan uang asli.

Mereka menjadi semakin kaya karena meminjamkan uang palsu dan kembali dengan uang asli. Banyak warga yang terkena tipuan Sandra dan Sigit tanpa disadari jika uang yang mereka pinjam adalah uang palsu.

Salah satu yang menjadi nasabah Sandra adalah Rusmi, seorang warga miskin yang menjual motornya untuk membayar rumah sakit suaminyanya. Tapi Rusmi kaget dan memergoki Sandra dan Sigit yang memang pengedar uang palsu. Rusmi mengancam akan melaporkan ke polisi. Sandra dan Sigit panik langsung membunuh Rusmi.

Arwah Rusmi bergentayangan. Arwah Rusmi meneror Sandra dan Sigit untuk dimintai tanggung jawab. Tak hanya Mama Adam, Zaki juga meneror Sandra dan Sigit agar dia bertanggung jawab atas semua perbuatannya. Sigit yang ketakutan lari ke jalan dan tertabrak oleh Rusmi yang saat itu meneror.

Sandra yang ketakutan akhirnya mengakui semua perbuatannya. Sigit dikebumikan. Tapi berbagai hal aneh menimpa jasad Sigit. Jasad Sigit menguap saat hendak dimandikan. Tak hanya itu, liang lahat Sigit mendadak banyak bara api meskipun sudah disingkirkan. Sigit pun akhirnya dimakamkan dengan bara api di bawahnya. Kuburan Sigit pun mengeluarkan asap, sedangkan Sandra menjadi gila.