Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 17:50 WIB
  • Tak Kasat Mata: Kuntilanak Cokelat di Terowongan Kasablanka

  • Oleh
    • Zahrotustianah
Tak Kasat Mata: Kuntilanak Cokelat di Terowongan Kasablanka
Photo :
  • ANTV
Tak Kasat Mata ANTV

VIVA – Dalam perjalanan saat berada di mobil, Gery dan Arumi terlibat percekcokan. Arumi cemburu karena Gery selingkuh, tapi tak mengakuinya. Arumi menganancam akan mengadukan hal itu ke Ayah Gery yang pengusaha, karena pasti Ayahnya tak mau nama baiknya tercoreng.

Gery mengusir Arumi dari mobilnya, tak jauh dari Terowongan Kasablanka. Setelah turun, Arumi mengancam akan menelepon Ayah Gery malam itu juga. Gery melihat dari spion mobilnya. Suasana sepi, Gery gelap mata mundur dengan kecepatan tinggi dan menabrak Arumi. Arumi terpental dan sekarat. Saat hendak mengambil jasad Arumi, ia tak menemukannya dan kemudian pergi begitu saja.

Yang tidak Gery tahu adalah, penghuni terowongan Kasablanka memerhatikan semuanya dan menculik jasad Arumi.

Gery mulai diteror dengan penampakan Arumi, Gery ketakutan dan berusaha menghindar. Saat mengendarai mobilnya, Gery menyerempet Nurma. Takut diamuk massa, Gery membawa pergi Nurma dan minta dibawa ke rumah Fatma.

Melihat Nurma terluka dan diantar cowok ganteng, Fatma jadi terbelah perhatiannya. Tapi tidak dengan Gendis, Mira, Beno yang melihat ada Arumi di dalam mobil Gery. Gendis mengatakan siapa perempuan di dalam mobil Gery? Gery kaget karena Gendis bisa melihat Arumi.

Tapi karena sudah malam, Gery diharuskan Fatma pergi, Gery pura-pura pingsan karena sakit kepala dan terpaksa Fatma merawat 2 orang malam itu.

Arumi meneror rumah Fatma, membuat dia, Nurma, Gery ketakutan. Gendis, Mira, dan Beno berusaha menolong mereka. Dianggap menghalanginya, Arumi marah.

Gendis kemudian berusaha memaku kepala Arumi, yang membuatnya menjadi Arumi sebelum mati, yaitu Arumi yang hanya mencintai Gery. Dia memohon Gery kembali dan dirinya sama sekali tidak ingin mencelakai Gery atau yang lain.

Gendis mengajak Gery untuk kembali ke TKP, Fatma ikut karena khawatir dengan Gendis, Nurma ikutan karena sebenarnya ia tak rela Gery jadi milik orang lain.

Di TKP, penghuni terowongan yang tak lain Kuntilanak Coklat berusaha merebut kembali Arumi. Pencarian jasad Arumi yang disembunyikan Kuntilanak Coklat, membuat semua berpencar.

Sialnya paku yang tertancap di kepala Arumi lepas, membuat Arumi membalaskan dendamnya. Arumi menyalahkan Nurma sebagai penggoda Gery, kemudian memburu Nurma, Gery menyelamatkan. Di saat yang sama, Gendis cs berhadapan dengan Kuntilanak Coklat.

Gery tak kuasa menahan Arumi. Beruntung ada Gendis yang datang membantu, membuat Arumi sadar siapa Gery dan memaafkan Gery, begitu juga Gery ia akan menyerahan dirinya dan tobat.

Dengan lepas pengaruh Kuntilanak Coklat, Arumi dan Gendis melawan Kuntilanak Coklat itu dan melenyapkan dari terowongan. Hingga akhirnya Kuntilanak coklat membawa Arumi ke alamnya.