Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 17 November 2017 | 16:15 WIB
  • Jodoh Wasiat Bapak: Petaka Petak Umpet

  • Oleh
    • Zahrotustianah
Jodoh Wasiat Bapak: Petaka Petak Umpet
Photo :
  • REUTERS / Juan Carlos Ulate
Ilustrasi Boneka.

VIVA – Rina (10 tahun) bersahabat dengan tetangganya, Popy (10 tahun). Hanya saja, Popy dilarang bermain dengan Rina, oleh kedua orangtuanya, Selly (35 tahun) dan Anton (38 tahun). Selly dan Anton kerap menuduh Rina sering mencuri di rumah mereka. Ibu Rina, Ipah (35 tahun) yang bekerja sebagai buruh cuci, sakit hati karena Rina dihina terus menerus.

Popy tetap ingin mengajak Rina selalu bermain, karena mereka berdua saling menyayangi sebagai sahabat. Suatu ketika Kania memberi boneka ke Rina, dia dan Popu pun main petak umpet. Popy yang jaga, Rina yang sembunyi di rumah Popy.

Melihat pintu kamar Anton terbuka, Rina masuk kamar itu. Ia sembunyi di dalam lemari. Namun, ternyata Anton yang baru tiba, tidak sadar ada Rina di dalam lemari itu. Karena, pintu lemari sedikit terbuka, maka Anton mengunci lemari tersebut.

Rina panik dan gedor pintu lemari dari dalam, namun Anton sudah pergi keluar rumah. Rina sesak napas, mencengkeram boneka pemberian Kania. Sampai malam, Ipah mencari keberadaan Rina yang tak kunjung pulang. Bahkan, Popy juga cemas dengan keadaan Rina.

Keesokan paginya Anton buka lemari itu dan kaget ketika jenazah Rina terjatuh keluar dari dalam lemari. Anton dan Selly panik, mereka berdua memasukkan jenazah Rina ke dalam dus besar dan membuangnya ke sebuah pekarangan di daerah kampung kucrit juga. Popy sempat bertanya-tanya kardus apakah itu, namun Anton dan Selly membohonginya kalau itu adalah dus tv yang tv-nya akan diservis.

Hari demi hari berlalu, Ipah makin cemas karena Rina belum pulang. Begitu pun Popy yang mencemaskan Rina. Hingga akhirnya Rina datang dalam wujud hantu, ia meneror Anton dan Selly, dengan cara mengajak main petak umpet, kerap pula suara hantu Rina berhitung: "1-2-3-4-5-6-7-8-9-10 udah apa belom?"

Anton dan Selly panik karena arwah Rina gentayangan. Popy pun kerap didatangi oleh hantu Rina. Popy bingung melihat boneka milik Rina ada di kamarnya. Mata boneka yang copot tertinggal di dalam lemari ayahnya.

Popy menunjukkan mata boneka itu ke Sista, sampai akhirnya Sista dapat vision tentang kematian Rina, namun masih samar. Baru ketika suatu malam Popy didatangi hantu Rina, Hantu Rina mengajak Popy ke tempat di mana kardus tv itu dibuang. Barulah terungkap kematian Rina.

Adam, Pak RT membantu Ipah untuk mengungkap kematian Rina. Mereka mendatangi rumah Anton, namun pasutri itu pura-pura tidak mengetahui apa-apa. Sampai akhirnya hantu Rina meneror mereka berdua, lalu Anton dan Selly pun kabur untuk sembunyi selayaknya main petak umpet. Anton dan Selly masuk tanah galian dan tertimpa pohon, Anton tewas dan mendapat azab.