Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 23 November 2017 | 17:36 WIB
  • Tak Kasat Mata: Kereta Hantu Manggarai

  • Oleh
    • Finalia Kodrati
Tak Kasat Mata: Kereta Hantu Manggarai
Photo :
  • ANTV
Tak Kasat Mata ANTV

VIVA – Fatma sedih dengan jasad seorang gadis yang tak dikenali yang ada di kamar mayat. Jika besok tidak ada keluarga yang mengambil, jasad itu akan dimakamkan tanpa nama.

Fatma mau pulang, motornya mogok di parkiran rumah sakit. Fatma menolak diajak pulang pakai angkot, atau taksi sama Nurma. Fatma pilih pulang pakai kereta api. Di stasiun Fatma melihat ada sosok Hantu Winarni (20th).

Sesaat terlihat oleh Fatma, sesaat kemudian hilang, karena Fatma ditegur oleh Bambang. Pria itu menyapa, karena ia tidak pernah melihat Fatma sebelumnya, biasanya yang sering pakai KRL akan saling mengenal wajah dan nama karena terbiasa bertemu.

Fatma mengatakan, ini karena motornya rusak jadi ia naik KRL. Fatma bergegas, karena keretanya sudah datang, Bambang tersenyum dan tetap di stasiun. Bambang tidak naik KRL seperti yang ia bilang ke Fatma, ia justru keluar dari stasiun, Bambang tidak sadar kalau Hantu Minarni memperhatikan dirinya.

Fatma pulang, Gendis senang sekali, ia lega. Fatma heran ada apa? Gendis memohon jangan pulang pakai KRL ia tak merasa tenang. Tetapi, Fatma bilang pakai KRL karena lebih cepat sampai dan tidak macet.

Besoknya, Fatma akhirnya melepas jasad di kamar mayat yang tak bernama itu untuk dimakamkan di pemakaman umum ditanggung pihak rumah sakit. Bahkan Fatma mengatakan ia akan memandikan mayat itu.

Hari sudah larut malam, Fatma pulang masih dengan KRL karena motornya dibawa ke bengkel dan sampai di stasiun ia terburu-buru mengejar kereta. Stasiun sepi, kereta datang, saat Fatma mau naik, tiba-tiba ada tangan yang menariknya.

Hantu Winarni. Fatma ingat, itu hantu dari jasad yang ia mandikan. Hantu Minarni tidak marah, hanya diam saja. Fatma ketakutan lari keluar stasiun. Penjaga warung bingung,  “Udah jam 1 kok keluar dari stasiun?” Fatma bilang ia mau naik kereta tapi tidak jadi. Penjaga warung bingung soalnya kereta terakhir sudah lewat. Fatma ngotot barusan ia lihat ada kereta, penjaga warung bilang jangan-jangan itu kereta hantu...!! Mereka berdua tidak tahu kalau Bambang memperhatikan dari jauh dengan pandangan misterius.

Fatma pulang pakai taksi, Gendis dari tadi sudah sangat cemas. Fatma kemudian menceritakan soal Hantu Winarni dan Kereta hantu. Gendis bisa menebak bagaimana wajah Winarni, karena Gendis melihat Hantu Winarni ada di depan rumah. Tapi Gendis tidak bilang ada Hantu Winarni ke Fatma.

Fatma cerita ke Nurma soal hantu Winarni yang menariknya sampai dia ketinggalan kereta. Nurma tak percaya, tapi jadi kebawa ke suasana kerja, ia jadi parno, ketakutan sendiri di kamar mayat.

Gendis, Milla dan Beno, membahas soal arwah Winarni. Mereka merasa aneh karena hantu tersebut mengikuti Fatma. Karena kepikiran Gendis memutuskan mendatangi Ibunya. Walau sudah malam, ia khawatir dengan ibunya. Gendis pergi, terjebak macet. Namun, Fatma sudah pergi saat Gendis sampai di rumah sakit. Gendis mengejar.

Fatma kesal sama penjaga warung, karena ia merasa dibohongi, karena ada keretanya. Saat Fatma masuk ke dalam kereta, Gendis panik dan takut, karena ia merasakan hawa yang beda dengan kereta itu. Di ujung stasiun ia melihat Hantu Winarni. Karena kesal tidak dapat menolong Fatma dari kereta Hantu, Genndis melampiaskan ke Hantu Winarni. 

Di dalam kereta, Fatma ketakutan karena penumpang kereta semua pucat dan mendekatinya seperti mau mencekik, fatma menghindar ke gerbong lain.

Tapi hantu Winarni malah menghindar hingga Gendis melihat premonisi lain... Bambang mendorong orang ke kereta hantu. Bambang dapat uang emas dan perhiasan, Gendis paham bahwa ada orang yang menumbalkan orang lain ke kereta hantu demi pesugihan dan kedudukan.

Hantu Winarni mendorong Bambang masuk. Bambang ketakutan dan minta keluar tapi kereta terlanjur jalan dan menghilang.

Rupa Hantu Winarni ingin membalas kebaikan Fatma yang sudah mengurus jasadnya dengan baik. Winarni pamit. Winarni juga menjelaskan Bambang menjadi tawanan Siluman pesugihan di Manggarai.

Fatma dan Gendis mengunjungi makam Winarni dan mengganti nomor nisan dengan nama Winarni.

Saksikan sinetron Tak Kasat Mata malam ini hanya di ANTV.