Download Our Application
A Group Member of VIVA
Armand Maulana
Armand Maulana
4 April 1971 -
Sekarang

PROFIL TOKOH

Nama lengkap

:
Armand Maulana

Profesi

:
Seniman

Tempat / Tgl Lahir

:
Bandung, 4 April 1971

Karya / Prestasi

:
Artis Solo R&B/Soul/Urban Terbaik dalam single Hanya Engkau yang Bisa, AMI Awards 2016
Gigi sebagai Duo/Grup Pop Terbaik lewat single-nya Adu Domba, AMI Awards 2017,

Darah seni mengalir deras kepada Arman Maulana. Bersama band GIGI namanya melejit dengan karakter vokalnya yang khas serta aksi panggungnya yang penuh energik.

Pemilik nama lengkap Tubagus Armand Maulana ini naik daun bersama band papan atas GIGI yang telah berkiprah di belantika musik Indonesia sejak era 1990-an. Pria yang akrab disapa Armand Maulana ini memang sudah mencintai musik sejak kecil.

Pria kelahiran Bandung, 4 April 1971 ini besar di tengah keluarga yang memiliki jiwa seni. Sang kakek pernah menjabat sebagai Ketua Kebudayaan di zaman Hindia-Belanda, lalu ayahnya seorang pensiunan TNI yang sering memperoleh peran utama di pementasan tari. 

Begitu juga dengan sang ibu yang berprofesi sebagai guru nyanyi. Di tambah lagi, kelima kakak Armand sama-sama memiliki ketertarikan pada bidang seni mulai dari seni rupa, teater, hingga tarik suara.

Saat Armand masih duduk di bangku SD, ia sering diajak kakak-kakaknya mengikuti kegiatan di Teater Besar Sangsaka. Armand bahkan ikut tampil di pementasan. Inilah awal mula perjalanan Armand dengan dunia seni.

Putra dari pasangan Tubagus Achmad Drajat dan Enden Khadijah ini mulai menaruh minat pada musik setelah kakaknya memperkenalkan band-band rock yang jaya pada masa itu seperti Genesis, Yes, Rush, ELP, serta Alan Parsons Project.

Saat SMP, Armand yang menyukai Genesis sempat bergabung dengan klub penggemar mereka. Sepulang sekolah, ia juga selalu menyempatkan diri ke toko kaset untuk mendengarkan lagu-lagu baru. 

Barulah saat pemilik nama lengkap Tubagus Armand Maulana ini menginjak bangku SMA, gejolaknya di bidang musik semakin meledak-ledak. Ia tak hanya ingin menjadi penikmat saja, tapi juga sebagai penyanyi.

Armand pun bergabung dengan grup vokal SMA 5 yang kala itu terkenal paling keren di Bandung. Ia sering dipercaya pelatihnya sebagai vokalis utama. Armand bersama para musisi pengiring grup vokal itu mendirikan band. 

Ternyata ide itu berhasil membuat band Armand sering diundang untuk mengikuti kompetisi Festival Band Pelajar di Yogyakarta dan bersaing dengan band se-Jawa dan Bali. Band yang digawangi Armand itu terpilih sebagai juara umum, sedangkan Armand sendiri didapuk sebagai vokalis terbaik.

Bens Leo, wartawan musik sekaligus juri pada festival tersebut merasa terkesan dengan band SMA 5 yang digawangi Armand. Saat Majalah Gadis mengadakan event ulang tahun, Bens Leo yang bekerja di sana pun mengundang Armand dan kawan-kawan untuk tampil di acara itu.

Lulus SMA, Armand hijrah ke ibukota. Ia pun semakin dekat dengan Bens Leo. Wartawan musik tersebut mengajak Armand tampil dalam Festival Lagu Perjuangan Tingkat Nasional. 

Di kompetisi itu, Armand menjadi satu-satunya pendatang baru di antara artis-artis papan atas lainnya seperti seperti Yana Julio, Lita Zein, Titi DJ, Ricky Johannes, Ronny Sianturi, Irma June dan Oppie Andaresta. Dirinya sukses menjadi juara karena penampilannya yang aktraktif.

Seusai tampil di event tersebut, Armand dihampiri oleh Raidy Noor yang ingin merekrutnya jadi vocalist Next Band. Grup itu berisi musisi yang pernah bermain di Cockpit yang sering membawakan Genesis. Mengetahui hal itu, Armand pun menerimanya.

Karier Armand semakin cemerlang setelah dirinya diajak bergabung dengan Trio Libels untuk menggantikan posisi Edwin Manangsang yang ingin melanjutkan studi ke Amerika. Ditambah lagi, Trio Libels juga bekerja sama dengan industri televisi di mana mereka harus membuat iklan dan mengisi acara televisi bertajuk Panggung Libels.

Setelah 9 bulan bergabung dengan Trio Libels, Armand pun merekam album solo perdananya bertajuk Kau Tetap Milikku pada tahun 1990. Album tersebut dirilis pada 1993. Namun sayangnya, hasil penjualan album tersebut agak melempem. Ong Eng Kiat, bos label Union Artist yang memproduksi album itu justru mengatakan kalau Armand lebih cocok di band.

Meski belum berhasil pada debutnya, Armand tak lantas menyerah. Malah kesempatan emas datang kepada dirinya saat Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, Ronald Fristianto dan Aria Baron Suprayogi sedang mencari vokalis untuk band baru yang mereka bentuk.

Berhubung mereka juga sudah kenal, sehingga Armand juga setuju untuk bergabung. Dari latihan perdana saja, mereka telah menelurkan tiga lagu yaitu Kuingin, Adakah yang Tersisa, dan Angan. Dengan ini, pada 22 Maret 1994 GIGI resmi berdiri. Mereka mengawali debut dengan album bertajuk Angan yang dirilis beberapa bulan setelahnya.

Lewat GIGI, nama Armand Maulana melejit. Mereka telah merilis lebih dari 20 album termasuk di dalamnya album The Best of GIGI. Armand menjadi pentolan GIGI yang siap menghipnotis penggemar dengan karakter vokalnya yang khas serta aksi panggung yang energik.

Sukses dengan GIGI, Armand kembali menjajal peruntungan sebagai solois. Di tahun 2014, ia merilis single Seperti Legenda yang berduet langsung dengan sang istri, Dewi Gita. 

Lalu, selang dua tahun, ia kembali menelurkan single Hanya Engkau yang Bisa yang dieksekusi bersama trio Lale Ilman Nino. Lewat single ini, Armand didapuk sebagai Artis Solo R&B/Soul/Urban Terbaik AMI Awards 2016.

Kiprahnya di grup band pun tak kalah hebatnya. Pada perhelatan AMI Awards 2017, Gigi yang sudah berdiri 23 tahun juga didapuk sebagai Duo/Grup Pop Terbaik lewat single-nya Adu Domba. Arman membuktikan kehebatan kualitasnya  baik sebagai solois maupun vocal grup band. (AC/DN) (Photo: Instagram/armandmaulana04/)

KELUARGA
Orang Tua : Tubagus Achmad Drajat dan Enden Khadijah
Saudara : Ria Hilmiati
                Ray Bachtiar Drajat
????  Nane Meyane
????  Roy Irawan
????  Nita Tilana
Istri : Dewi Gita
Anak : Naja Dewi Maulana

PENDIDIKAN
SMP 13 Bandung
SMA 5 Bandung

KARIER
Diskografi
Album Solo
Kau Tetap Milikku (1993)

Single
Seperti Legenda (ft. Dewi Gita) (2014)
Hanya Engkau yang Bisa (2016)
Sebelah Mata (2016)

Bersama Gigi
Angan (1994)
Dunia (1995)
3/4 (1996)
2 x 2 (1997)
Kilas Balik (1998)
Baik (1999)
The Greatest Hits Live (2000)
Untuk Semua Umur (2001)
The Best of Gigi (2002)
Salam Kedelapan (2003)
Raihlah Kemenangan (2004)
Ost. Brownies (2005)
Raihlah Kemenangan Repackage (2005)
Next Chapter (2006)
Pintu Sorga (2006)
Peace, Love & Respect (2007)
Jalan Kebenaran (2008)
Gigi (2009)
Amnesia (2010)
Sweet 17 (2011)
Aku dan Aku (2012)
Live At Abbey (2014)
Mohon Ampun (2015)

Iklan
Woods (bersama Gigi (grup musik)) (2012)
Djarum Coklat (bersama Gigi (grup musik)) (2003 - sekarang)
Enervon-C (bersama Gigi (grup musik)) (2007 - 2012)
Sharp Simba (bersama Gigi (grup musik)) (1999 - 2006)
Sari Roti (bersama Dewi Gita & Naja Dewi Maulana)