Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 September 2017 | 21:03 WIB
  • Perlengkapan Masih Jadi Kendala Atlet Paragames 2017

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila,
    • Muhammad Nurhendra Saputra
Perlengkapan Masih Jadi Kendala Atlet Paragames 2017
Photo :
Sesmenpora, Gatot Dewa Broto

VIVA.co.id – ASEAN Paragames Malaysia 2017 akan mulai berlangsung pada 17 September mendatang. Indonesia sebagai salah satu peserta berencana mulai memberangkatkan atletnya, 13 September nanti. 

Namun, hingga saat ini masih ada permasalahan terkait dengan perlengkapan untuk atlet. Indonesia akan mengikuti 10 cabang olahraga, dan kesemuanya belum menerima perlengkapan tersebut. 

Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto menjanjikan, peralatan untuk atlet akan dikirim pada akhir pekan. Mereka akan mendapatkan sebelum pengukuhan atlet, Selasa, 12 September 2017. 

"Insya Allah, saya sudah memastikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satlak Prima, Chandra Bhakti, hari Sabtu, 9 September 2017 ini tidak ada toleransi agar semua peralatan sudah diterima," kata Gatot di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu 6 September 2017.  

Selain soal perlengkapan, Gatot juga menekankan adanya perubahan yang diharapkan mampu menyelesaikan hal yang berkaitan dengan akomodasi dan konsumsi atlet. Gatot mengakui, memang ada perubahan di petunjuk teknis sehingga membuat sedikit ada hambatan. 

"Nanti, dua pekan mendatang tidak ada lagi masalah akomodasi dan konsumsi. Di Kemenpora ada perubahan internal terkait petunjuk teknis yang saya tanda tangani sendiri. Untuk peralatan hampir sebagian besar sudah ada di gudang tinggal didistribusikan ke Solo," ujar Gatot. 

"Nantinya atlet paragames akan berangkat dari Solo untuk menuju ke Malaysia. Mereka akan terbang langsung ke Malaysia, tanpa transit dahulu di Jakarta," tutur Gatot.  

Sementara itu, Gatot juga mengakui dari 250 atlet ada 10 yang masih terkendala soal honor. Masalahnya adalah nomor rekening ada yang sudah tidak aktif lagi, atau mereka salah menuliskan nomor rekening.