Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 09:00 WIB
  • Mahir Taekwondo, Bocah Ini Punya Jurus Tendangan Berputar

  • Oleh
    • Luzman Rifqi Karami,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Mahir Taekwondo, Bocah Ini Punya Jurus Tendangan Berputar
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal (10-10-17)
Petarung Taekwondo cilik, Juan Yusuf Firmansyah dan Maulidatun Nada Assyahla.

VIVA.co.id – Juan Jusuf Firmansyah, terlihat tenang kala tendangan dan pukulan lawan mengarah ke tubuhnya. Dia hanya bertahan dan berkelit. Tetapi, sekali menyerang balik, bocah delapan tahun itu langsung mendapatkan poin. Di kalangan teman Taekwondonya, dia dikenal jago tendangan berputar. 

Juan adalah satu di antara ratusan peserta Kejuaraan Taekwondo Provinsi Jatim, untuk kategori prakadet yang dilaksanakan di GOR Joyoboyo Kota Kediri, Jawa Timur, pada 6-8 Oktober 2017. "Saya dari Sidoarjo," katanya ditemui di lokasi kejuaraan, belum lama ini.

Juan mulai masuk ke klub latihan Taekwondo di Sidoarjo setahun lalu, saat kelas 2 SD. Dia diarahkan orangtuanya masuk klub Taekwondo, kendati bukan berasal dari keluarga bela diri asal Korea itu. "Saya senang, karena di klub dilatih mental dan fisik," ujarnya. 

Setahun berlatih, dia langsung didorong oleh klubnya untuk mengetes kemampuan bela diri di kejuaraan tingkat provinsi. "Ikut kejuaraan di Sidoarjo, Blitar, Surabaya, Surabaya lagi. Semuanya juara satu, cuma yang di Blitar peringkat dua," katanya dengan bahasa khas anak-anak..

Di Kejuaraan Provinsi Kota Kediri kali ini, Juan berpotensi lagi jadi juara. Dia masuk final, setelah menumbangkan prakadet dari daerah lain. "Saya ingin jadi atlet juara dunia," tutur Juan, ketika ditanya cita-citanya. 

Petarung Taekwondo lainnya yang berprestasi ialah Maulidatun Nada Assyahla, bocah perempuan sembilan tahun asal Gresik. Bocah yang berlatih di klub Semen Indonesia Taekwondo Akademi itu mulai aktif sejak kelas 3 SD. "Setahun setelah masuk klub, terus ikut kejuaraan provinsi," katanya.

Setidaknya, tiga kali Nada menyebutkan medali yang diperolehnya, dua kali di tingkat provinsi dan sekali kejuaraan internasional. "Untuk provinsi pertama dapat medali emas, setelah itu ikut lagi di Pasuruan dapat perunggu. Februari 2017 lalu, dapat emas kejuaraan internasional di Bali," ucapnya. 

Ketua Harian Pengurus Provinsi Taekwondo Jawa Timur, Stevanus Sumarsono mengatakan, 50 persen dari total 1.500 peserta kejuaraan adalah atlet berusia 5-11 tahun untuk prakadet dan 11-14 tahun untuk kadet. Dia mengaku senang, karena dengan begitu regenerasi Taekwondo ke depan terjaga. 

Dia menjelaskan, Pengprov Taekwondo Jatim secara rutin menggelar kompetisi enam kali dalam setahun. Kejuaraan kali ini adalah yang kelima. Dia berharap, dengan kejuaraan tersebut Taekwondo Jatim bisa menyalip Jawa Tengah dan Jawa Barat secara nasional.

"Sekarang Taekwondo Jatim peringkat kelima, sebelumnya peringkat 20," ujar Stevanus. (asp)