Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 23 November 2017 | 12:56 WIB
  • Cerita Gus Mus Jadi Pemain Bola saat di Mesir

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Cerita Gus Mus Jadi Pemain Bola saat di Mesir
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto (Semarang)
Gus Mus bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

VIVA – Gelaran Asian Games XVIII yang berlangsung di Jakarta dan Palembang tahun 2018 diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga nasional. Tak hanya pemerintah, kampanye Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games juga dilakukan ulama karismatik Rembang, KH Musthofa Bisri atau Gus Mus.

Secara pribadi, Gus Mus mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk menyukseskan perhelatan olahraga terakbar Asia lima tahunan itu. Ia percaya sebagai tuan rumah Indonesia akan kembali berjaya di level Asia.

"Lewat Asian Games ini, Indonesia menjadi sorotan luar biasa. Maka semuanya harus ikut nyengkuyung (berperan) dan peduli dengan semangat menggelorakan olahraga," kata Gus Mus saat bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Rembang, Rabu malam, 22 November 2017.

Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, itu berharap semangat anak negeri melalui gawe olahraga Asian Games harus kembali seperti puluhan tahun silam. Di mana olahraga tak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa, namun kiai dan santri juga menjadikan olahraga bagian dari ibadah.

"Dulu (tiap Asian Games, red.) Indonesia luar biasa dan menjadi sorotan dari mana-mana. Karena akal yang sehat terdapat jasad yang sehat. Pendidikan pesantren ada olahraga. Kita lihat sejarah kiai-kiai dulu juga ada olahraga, " tuturnya.

Jika kekompakan masyarakat menggelorakan olahraga terjadi, kata Gus Mus, harapannya Indonesia menjadi masyarakat olahraga. "Ada istilah memasyaratkan olahraga. Bahasa bung Karno, gagap gempita dan sukses untuk Indonesia, " katanya.

Pemain bola

Bicara olahraga, Gus Mus menceritakan bahwa dirinya kini masih menjadi seorang pemain sepakbola. Saat menimba ilmu di Mesir dulu Gus Mus bahkan terkenal menjadi striker yang banyak dipuji pemain negara lain. 

Klub Indonesia, kata Gusmus, selama di Mesir tak pernah kalah dari negara-negara seperti Malaysia, Filipina, Thailand dan lainnya.

"Lho saya itu (masih) pemain sepakbola. Tanya kiai Mukhosis,  kira-kira Gus Mus main bolanya seperti apa. Saya di Mesir dulu bersama Kiai Sukri (pengasuh ponpes modern Gontor). Istilahnya saya dulu kerap di bond (disewa) untuk diajak main bola, " katanya.