Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 25 September 2017 | 14:44 WIB
  • Nyaris Bersenggolan, Pedrosa Keluhkan Aksi Rossi di Aragon

  • Oleh
    • Muhammad Indra Nugraha
Nyaris Bersenggolan, Pedrosa Keluhkan Aksi Rossi di Aragon
Photo :
  • Twitter/@MotoGP
Pembalap Tim Repsol Honda, Dani Pedrosa

VIVA.co.id - Dani Pedrosa benar-benar dibuat kesal dengan aksi Valentino Rossi di MotoGP Aragon, Minggu 24 September 2017. Menurutnya, aksi pembalap Italia tersebut sangat berbahaya.

Saat balapan memasuki lap ke-16, Pedrosa yang berada di posisi 4 menempel ketat Rossi yang ada di depan. Pembalap Repsol Honda itu terus mencari celah untuk menyalip Rossi.

Namun, Pedrosa kian terdesak ke tepi trek pada lintasan lurus utama Sirkuit Aragon. Keduanya nyaris bersenggolan dalam kecepatan tinggi.

Hingga akhirnya, Pedrosa berhasil melewati Rossi dan finis di posisi 2 usai memenangi pertarungan dengan Jorge Lorenzo. Usai balapan Pedrosa, menilai apa yang dilakukan Rossi cukup berbahaya dan seharusnya memberikan dia ruang untuk lewat.

"Saya tak melihat gambar di TV, jadi saya cuma bisa mengatakan dari apa yang saya rasakan di motor. Dan ketika saya berada di motor, rasanya itu sangat dekat! Saya tak bisa menilai apa yang dia lihat, tapi tentu Anda tahu, merasakan bahwa Anda akan disalip," kata Pedrosa dikutip Crash.

"Tentunya, pada awalnya dia tak melihat saya. Tapi, saat Anda berdampingan, Anda bisa mencoba memberikan ruang untuk pembalap lain. Saya berada di batas lintasan, tuas remnya cuma berjarak seperti ini (sekitar 1 cm) dan kami sedang melaju di 300 km/jam," lanjutnya.

Pedrosa menilai Rossi seharusnya tidak terlalu memaksakan diri karena itu sangat berisiko. Beruntung, pembalap asal Spanyol ini masih bisa lolos dan melanjutkan balapan hingga usai.

"Karena terkadang ketika Anda menyalip dengan slipstream, kalau terlalu dekat, bisa dibilang kecepatan Anda berhenti saat bersebelahan dengan pembalap lain. Seperti yang terjadi satu atau dua lap sebelumnya saat saya dengan Dovi. Tapi, saya masih bisa terus melaju dan keluar dari 'jepitan' itu," ujarnya. (one)