Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 16:50 WIB
  • Semarang Bangun Sirkuit Panoramik Taraf Nasional

  • Oleh
    • Muchamad Syuhada,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Semarang Bangun Sirkuit Panoramik Taraf Nasional
Photo :
  • Dwi Royanto (Semarang)/VIVA.co.id
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meninjau pembangunan sirkuit nasional

VIVA – Sebuah sirkuit level nasional akan dibangun di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sirkuit itu digadang-gadang menjadi lintasan balap panoramik dengan pemandangan cantik kawasan pegunungan.

Sirkuit dibangun di atas lahan seluas 5,1 hektar, dengan panjang lintasan sekitar 2,7 kilometer. Kawasan itu merupakan daerah gunung yang banyak ditumbuhi pohon-pohon hijau. Tampak jelas dari lokasi sirkuit, pemandangan Gunung Ungaran dari kejauahan. Ditambah gemericik air sungai yang mengalir dari ketinggian.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, saat meninjau pembangunan sirkuit berharap, sirkuit Mijen akan menjadi ikon baru kota Semarang dengan keindahan alam di sekitarnya. "Setelah saya lihat pemandangannya (sekitar sirkuit) luar biasa indah. Harapannya ini jadi ikon Kota Semarang, " kata Hendrar, Kamis, 26 Oktober 2017.

Progres pembangunan sirkuit cukup terlihat. Sejumlah pekerja masih sibuk mengerjakan pengurukan lintasan sirkuit serta melakukan pengerukan tanah. Untuk tahun ini target pembangunan akan merampungkan lintasan balap. "Hari kita cek per hari ini telah 44 persen. Jadi sesuai target. Direncanakan nanti awal Desember pembangunan lintasan sirkuit akan selesai, " katanya menambahkan.

Sirkuit Mijen dibangun dengan APBD Kota Semarang dan ditarget selesai pada 2018 mendatang. Pembangunannya dilakukan dengan anggaran Rp135 miliar.

Konsep sirkuit panoramik itu nantinya akan Multievent Sport. Selain sebagai arena road race dengan panjang lintasan 2,7 kilometer, sirkuit juga dilengkapi dengan arena gokart, drag race, slalom serta paddock. Juga kelengkapan tribun dan panggung besar untuk berbagai kegiatan anak muda berkonsep sport center multievent.

Hendrar mengapresiasi langkah PT Prima Abadi selaku kontraktor yang berkomitmen mempercepat penyelesain pekerjaannya. "Evaluasinya tadi ada tikungan yang kita pikir cukup berbahaya karena ujungnya adalah tebing yang curam. Saya minta pihak pengawas dan dinas untuk dipasang tanggul pengaman," ujar dia.

Setelah menyelesaikan lintasan tahun ini, pada 2018 akan dibangun paddock atau tribun. Baru dilakukan penyempurnaan seperti penghijauan. "Dua tahun anggaran akan selesai tapi perlu tambahan satu tahun untuk penyempurnaan agar segmennya jadi indah dan menarik.” (mus)