Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 30 Oktober 2017 | 12:08 WIB
  • Dimas Ekky Kecewa Berat Gagal Finis di Moto2 Malaysia

  • Oleh
    • Muhammad Indra Nugraha
Dimas Ekky Kecewa Berat Gagal Finis di Moto2 Malaysia
Photo :
  • Gresini Racing
Pembalap asal Indonesia di Moto2, Dimas Ekky Pratama

VIVA.co.id - Pembalap asal Indonesia, Dimas Ekky Pratama, gagal menyelesaikan balapan di Moto2 Malaysia pada Minggu 29 Oktober 2017. Dimas mengaku sangat kecewa debutnya di Grand Prix harus berakhir tragis.

Dalam balapan yang berlangsung di Sepang, Dimas memulai balapan dengan cukup impresif. Pembalap berusia 25 tahun itu berhasil merangsek ke posisi 15 besar pada lap 1.

Sial bagi Ekky, saat berada di posisi 12 pada lap 2 harus terjatuh karena ditabrak oleh Remy Gardner. Insiden antara Dimas dan pembalap Tech 3 itu menyambar ke Alex Marquez yang terpaksa gagal finis juga.

Dimas yang turun di Moto2 Malaysia dengan status wildcard itu, sangat menyayangkan manuver dari Gardner. Walaupun, di sisi lain dia juga senang bisa mencicipi balapan motor kasta kedua ini.

Baca Juga: Penabrak Pembalap Indonesia di Moto2 Malaysia Tuai Kecaman

"Ini (debut) adalah pengalaman yang hebat, saya juga memulai dengan baik. Anehnya saya berada di tengah kepungan. Sayangnya, manuver Gardner menyingkirkan saya dari balapan. Tujuan saya datang ke Malaysia adalah meraih poin dan saya tahu ini akan menjadi rumit," kata Dimas di situs resmi Gresini Racing.

"Saya ingin menyelesaikan akhir pekan dengan rasa manis. Tapi, di satu sisi, saya senang untuk debut dunia ini. Tim Gresini hebat dan saya berterima kasih kepada Astra Honda dan Honda Motors atas kesempatan ini. Sebaliknya, jatuh menjadi sebuah kekecewaan besar," sambungnya.

Dimas juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena gagal menyelesaikan balapan. Dia mengatakan bila faktor keberuntungan juga memegang andil besar dalam sebuah balapan motor.

"Saya meminta maaf kepada para pendukung, terutama masyarakat Indonesia karena masih belum memberikan waktu maksimal. Tapi itu lah balapan, bukan hanya skill dan motor, faktor keberuntungan juga sangat berpengaruh," ujar Dimas. (one)