Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 11:56 WIB
  • Usai Studi di Azerbaijan, Palembang Ngotot Gelar MotoGP

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Usai Studi di Azerbaijan, Palembang Ngotot Gelar MotoGP
Photo :
  • MotoGP.com
Ilustrasi balapan MotoGP

VIVA – Sirkuit Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, hingga saat ini masih dalam tahap perencanaan. Lahan ratusan hektare sudah disediakan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mewujudkan mimpi menjadi tuan rumah MotoGP.

Awalnya, mereka berencana menjadi tuan rumah MotoGP pada 2018 mendatang. Akan tetapi, karena belum adanya kepastian, Dorna selaku operator ajang adu balap motor paling bergengsi di dunia itu mengalihkannya ke Thailand.

Meskipun begitu, niat Palembang untuk membangun Sirkuit Jakabaring tak terhenti. Mereka hingga saat ini terus bergerak mencari investor sekaligus berkomunikasi dengan Hermann Tilke sebagai desainer sirkuit.

"Kami baru kembali dari Jerman untuk bertemu dengan Hermann Tilke membicarakan soal perencanaan Sirkuit Jakabaring," ujar Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia Sumsel, Augie Bunyamin, kepada wartawan.

Bukan cuma sampai di sana upaya IMI Sumsel untuk meneruskan tekad menjadi tuan rumah MotoGP. Mereka sempat studi ke Sirkuit Baku, Azerbaijan, yang desainnya juga dibuat oleh Tilke.

Keinginan Palembang menjadi tuan rumah MotoGP dilandasi alasan yang kuat. Sebagai olahraga terbesar kedua di dunia setelah sepakbola, dijamin bakal mendatangkan keuntungan besar bagi pariwisata daerah.

"Palembang ingin menegaskan sebagai kota yang mencanangkan sport tourism. Nantinya Jakabaring Sport City bakal jadi tujuan wisata utama," imbuhnya.

Target yang kini dicanangkan oleh Pemprov Sumsel yakni menjadi tuan rumah MotoGP 2019. Namun, mereka masih harus menunggu slot kosong dari Dorna. (one)