Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 3 Juli 2017 | 18:47 WIB
  • Reaksi Keras Menpora Soal Hak Istimewa Malaysia

  • Oleh
    • Zaky Al-Yamani,
    • Radhitya Andriansyah
Reaksi Keras Menpora Soal Hak Istimewa Malaysia
Photo :
  • Twitter: @KEMENPORA_RI
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi

VIVA.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, memberikan respon keras terkait hak istimewa Malaysia sebagai tuan rumah SEA Games 2017 Kuala Lumpur. Menpora memberi kritik kepada Malaysia, lantaran diberi kebebasan memilih grup dalam cabang olahraga sepakbola.

Ditemui saat acara Halal Bihalal Kemenpora di Senayan, Jakarta Pusat, Senin 3 Juli 2017, Imam memberikan keterangan terkait hal ini. Menurutnya, pihak Kemenpora sudah meminta kepada Chief de Mission (CdM) SEA Games 2018, Azis Syamsudin, untuk bernegosiasi dengan Malaysian Orginizing Committee (MASOC) terkait pengundian grup cabang olahraga sepakbola.

Menpora melihat adanya ketidakadilan dalam proses pengundian ini, akibat hak istimewa Malaysia selaku tuan rumah. Imam menegaskan jika hal tersebut melanggar unsur fair play dalam sepakbola.

Lebih lanjut Menpora mengatakan, pengundian ini seharusnya dilakukan secara adil dan tidak merugikan negara peserta SEA Games yang lain. Dengan munculnya regulasi ini, Imam menyebut Malaysia punya taktik hanya ingin berhadapan dengan tim lemah.

"Saya sudah meminta ke CdM agar kembali meminta renegosiasi supaya tidak memberikan peluang adanya ketidakadilan. Walau Malaysia tuan rumah, hal seperti itu tidak boleh. Ini tentu tidak menguntungkan negara lain," kata Imam kepada wartawan, Senin 3 Juli 2017 WIB.

"Yang saya minta kepada CdM adalah meminta agar negosiasi model undiannya. Jadi, pengundian ini harus jujur dan adil. Jangan karena tuan rumah inginnya bertemu tim lemah," ujarnya. (mus)