Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 10 Juli 2017 | 18:03 WIB
  • Polemik Kuota SEA Games 2017, Presiden Diminta Turun Tangan

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles,
    • Ridho Permana
Polemik Kuota SEA Games 2017, Presiden Diminta Turun Tangan
Photo :
  • Wikipedia
Logo SEA Games 2017 Kuala Lumpur

VIVA.co.id – Nasib kontingen Indonesia yang akan berangkat ke SEA Games 2017 Kuala Lumpur masih menjadi tanda tanya. Sebab, hingga saat ini masih terjadi silang pendapat antara Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dengan pengurus cabang olahraga terkait pemotongan kuota keberangkatan ofisial.

Anggota Komisi X DPR RI yang membidani olahraga, Dadang Rusdiana menilai, pemintaan KOI bukan tanpa alasan. Karena lembaga tersebut telah mempunyai hitung-hitungan yang matang dalam hal ini.

(Baca juga: KOI Keluhkan Banyaknya Kontingen Indonesia ke SEA Games 2017)

"Tentu KOI bergerak dengan hitung-hitungan yang jelas. Bahwa pemotongan kontingen merupakan hal yang perlu dikaji ulang bersama," ujar Dadang saat dihubungi VIVA.co.id, Senin 10 Juli 2017.

Dadang meminta, Presiden RI Joko Widodo memperhatikan hal ini. Karena ini mempertaruhkan harkat dan martabat negara di mata internasional.

Pemotongan kuota ofisial karena keterbatasan anggaran harus dicarikan jalan keluar sesegera mungkin. "Kalau anggaran APBNP tidak cukup maka presiden harus mencarikan solusi melalui bendahara negara," ucap Dadang.

(Baca juga: Jelang SEA Games 2017, Angkat Besi Indonesia Terus Digenjot)

Dadang menilai, peluang mencarikan dana dari sponsor tidak terlalu besar. Karenanya Presiden Jokowi harus mengambil langkah cepat dengan duduk bersama dengan para pemangku kepentingan.

Pemotongan kuota keberangkatan ofisial diambil oleh KOI karena minimnya dana. Awalnya, mereka mengajukan permintaan anggaran sebesar Rp43 miliar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk kebutuhan SEA Games 2017.

Tetapi, Kemenpora hanya mampu menggelontorkan Rp30,5 miliar. Dengan keadaan seperti itu, KOI akhirnya mencoba melakukan efisiensi, dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima).

(Baca juga: Persiapan SEA Games Timnas Basket Terkendala Dana)

"Tugas KOI sendiri sudah jelas, yakni memberangkatkan atlet dan ofisial ke ajang SEA Games 2017, serta memfasilitasinya, mulai dari perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan, hingga akhirnya setelah SEAG 2017 berakhir, harus melaporkan hasilnya kepada Menpora," kata Ketua KOI, Erick Thohir.

Patokan pengiriman atlet ke SEA Games 2017 yang ditetapkan pemerintah, awalnya hanya yang memiliki potensi merebut medali emas. Perkiraan awal, cuma ada 250 atlet yang memiliki kualifikasi tersebut.

Akan tetapi, seiring waktu kebijakan diubah, dengan menyertakan atlet berpotensi meraih medali perak. Dengan begitu, jumlah membengkak menjadi 500 atlet.