Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 12 Juli 2017 | 13:10 WIB
  • Timnas Taekwondo Kritisi Pemotongan Kuota SEA Games 2017

  • Oleh
    • Satria Permana,
    • Ridho Permana
Timnas Taekwondo Kritisi Pemotongan Kuota SEA Games 2017
Photo :
  • Wikipedia
Logo SEA Games 2017 Kuala Lumpur

VIVA.co.id – Persiapan kontingen Indonesia jelang SEA Games 2017 terganggu. Tak main-main, gangguan datang dari aspek keuangan.

Seperti diketahui, dana untuk keberangkatan kontingen SEA Games 2017 hanya berada di kisaran Rp30,5 miliar. Belakangan, kebutuhan dana SEA Games 2017 membengkak.

Hal tersebut ternyata tak lepas dari penambahan atlet hingga 500 orang. Bertambahnya atlet SEA Games 2017, sebenarnya berawal dari revisi kebijakan Kemenpora yang memutuskan untuk mengirim atlet berpotensi medali perak.

Tentunya, kebijakan tersebut membuat Komite Olimpiade Indonesia (KOI) kebakaran jenggot. Selaku otoritas yang bertanggung jawab atas akhirnya memutuskan untuk memangkas jumlah kontingen.

Ironisnya, mereka yang tak diberangkatkan adalah pelatih dan ofisial tim. Hanya 25 persen pelatih dan ofisial tim yang dibawa ke SEA Games.

"Kami masih komunikasi dengan KOI terkait keberangkatan. Besok, kebetulan ada rapat koordinasi," kata pelatih Timnas taekwondo Indonesia, Rahmi Kurnia, kepada VIVA.co.id, Rabu 12 Juli 2017.

Rahmi dengan tegas menolak adanya pemotongan kuota pelatih dan ofisial. Menurutnya, kehadiran mereka sangat penting di dalam setiap tim.

"Pemerintah seharusnya ada skala prioritas untuk atlet dan ofisial. Siapa yang mendampingi mereka di lapangan? Mereka kan setiap hari ada di sisi atlet. Mereka juga yang tahu hal terbaik untuk atletnya," terang Rahmi.

"Kami ingin persoalan kuota ofisial ini segera dapat jalan keluarnya. Sebab, ini membawa nama bangsa dan harus dibahas bersama," lanjut dia. (ase)