Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 06:30 WIB
  • Dana Asian Games Kurang, Kemenpora Minta Rp1,5 Triliun

  • Oleh
    • Radhitya Andriansyah,
    • Yudhi Maulana
Dana Asian Games Kurang, Kemenpora Minta Rp1,5 Triliun
Photo :
  • BUMN.go.id
Logo Asian Games 2018 Jakarta-Palembang

VIVA.co.id – Keseriusan Indonesia sebagai tuan rumah untuk menyukseskan ajang Asian Games 2018 terlihat dalam Rapat Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) antara Kemenpora dan Komisi X DPR-RI, Rabu 12 Juli 2017. Dalam rapat tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta dana tambahan untuk Asian Games 2018. 

(Indonesia Asian Games Orginizing Committee) INASGOC sebelumnya mengajukan dana tambahan sebesar Rp1,8 triliun namun Menteri Keuangan memutuskan untuk memberikan dana sebesar Rp1,5 miliar dalam hasil rapat terbatas kabinet pada 7 Juni 2017 lalu. Kemenpora dalam hal ini menyampaikan rencana usulan tambahan dari INASGOC 2018 untuk mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI. 

Dana anggaran tambahan ini akan dipakai INASGOC untuk beberapa hal. Seperti Konsep pembukaan dan penutupan, pengelolaan sumber daya manusia, kontrol doping dan lainnya. 

"Kita tadi sudah menyampaikan Rencana Usulan Tambahan pada RAPBN-P tahun 2017 karena ada beberapa kekurangan yang diajukan oleh stakeholder, baik dari INASGOC yang mengajukan kekurangan 1,8 Triliun dan disetujui di APBN-P oleh menteri keuangan, sebesar 1,5 triliun dan juga harus disetujui di Komisi X," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.

Seperti yang diketahui, Indonesia akan menjadi tuan rumah pada gelaran Asian Games 2018 mendatang. Ajang tersebut akan dihelat pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang. Selain itu, dalam RAPBN-P ini, Kemenpora juga meminta anggaran dana untuk SEA Games 2017 mendatang, khususnya bonus. 

"Termasuk anggaran SEA Games karena kami menyiapkan bonus untuk peraih medali di SEA Games ini. Ternyata dana ini masih kurang, kita minta tambahan lagi di RAPBN-P 2017, kami mendapat respons yang luar biasa dari pimpinan dan anggota dari komisi X, ini harus di dalami, mengenai untuk apa angka-angka yang diajukan tersebut," ujarnya. (ren)