Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 24 Juli 2017 | 13:47 WIB
  • Erick Thohir Minta KPK Awasi Pembiayaan Asian Games 2018

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila
Erick Thohir Minta KPK Awasi Pembiayaan Asian Games 2018
Photo :
  • Istimewa
Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee, Erick Thohir.

VIVA.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta ikut mensukseskan penyelengaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Caranya dengan turut mengawasi penggunaan anggaran pra-kegiatan hingga pelaksanaan, serta pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan.

Demikian hasil pertemuan Ketua Indonesia Asian Games Organizing Committee, Erick Thohir, beserta jajarannya dengan pimpinan KPK hari ini. 

"Saya dan Pak Sjafrie [Sjamsuddin] diterima oleh pimpinan KPK. Ini juga bagian bagaimana pihak KPK bisa jadi monitoring kegiatan yang ada di Asian Games. Karena bagian dari sukses administrasi itu yang sangat penting buat kami di Asian Games," kata pemilik saham klub sepak bola Inter Milan itu kepada awak media di kantor KPK, Senin 24 Juli 2017.

Sebelum ke KPK, kata Erick, jajarannya sudah mendatangi dan berdialog dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Erick menilai Asian Games 2018 sangat penting untuk Indonesia di kancah Internasioanal, karena itu ia bersama Panitia Nasional Asian Games 2018, akan ekstra dalam mensukseskan acara tersebut.

Namun tidak meninggalkan catatan hukum setelahnya, terutama mengenai administrasi dalam penyelenggaraan. Apalagi dana yang digunakan mencapai triliunan dan melibatkan sejumlah pihak sponsor.

"Ya jadi kami mengharapkan ini menjadi sesuatu yang transparan dan juga harus berjalan baik," kata dia.

Deputi Ketua KPK bidang Pencegahan, Pahala Nainggolan, menyambut baik kedatangan Erick dan wakilnya, Sjafrie Sjamsoeddin. Menurut Pahala, pesta olah raga Asian Games 2018 merupakan ajang pertaruhan reputasi negara.

Maka diperlukan suatu langkah yang maksimal dalam menyukseskannya. Untuk itu, lembaga antirasuah tersebut siap mengawal. 

"Kami berfikir bahwa ini reputasi negara dipertaruhkan. tentu event-nya harus berjalan sukses. Tapi kita liat juga kasus-kasus yang dulu. Habis setiap event keolahragaan lalu ada kasus, PON dan Sea Games misalnya, oleh karena itu, kami sepakat INASGOC bahwa tertib administrasi juga menjadi salah satu fokus dari INASGOC dari pelaksanaan," kata Pahala.

Meski begitu, ia menekankan, jajaran KPK hanya lakukan pendampingan. Sementara untuk menyisipkan personil di dalam kepanitiaan, masih dipertimbangkan. 

"Kami akan datang ke INASGOC, nanti kami secara khusus terangkan dan kami liat bagaimana memonitornya," kata Pahala.

Erick dan Sjafrie merupakan pimpinan pelaksana Asian Games 2018. Hal itu merujuk Keputusan Presiden (Keppres) RI No 15 tahun 2017 tentang Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018. (ren)