Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 5 Agustus 2017 | 22:45 WIB
  • INASGOC dan OCA Antisipasi Doping di Asian Games 2018

  • Oleh
    • Pratama Yudha
INASGOC dan OCA Antisipasi Doping di Asian Games 2018
Photo :
  • VIVA.co.id/Pratama Yudha
Suasana pertemuan INASGOC dan OCA

VIVA.co.id – Demi terselenggaranya gelaran Asian Games 2018 yang bebas doping, OCA Medical Services Committee and Anti-Doping Commission kembali diadakan pada 4-6 Agustus 2017 di Jakarta dan pada 7 Agustus di Palembang. Pertemuan ini dibuka oleh Erick Thohir, ketua umum INASGOC-Asian Games.

Selain ketua umum INASGOC, acara ini dihadiri langsung oleh Chairman OCA Medical Services Committee and Anti-Doping Commision, Dr. Jegathesan Manikavasagam, Direktur Medical and Doping Control INASGOC, Dr. dr. Leane Suniar Manurung, MSc, SpGk, tak ketinggalan para tim dokter dari negara Asia. Pembahasan ini berisikan agenda pemaparan strategi terkait medical services and anti-doping untuk Asian Games 2018.

"Kita semua tahu bahwa isu anti-doping banyak terjadi hampir di semua kegiatan multievent, bahkan di Rio 2012. Kami, INASGOC bersama OCA Medical Services Committee and Anti-Doping Commission Meeting menjalankan berbagai upaya dan strategi agar isu doping tidak terjadi di Asian Games 2018," ujar Erick Thohir dalam pidato pembukanya.

Kedatangan OCA yang diwakili oleh Jegathesan Manikavasagam bertujuan untuk memimpin tim pengawasan kesehatan para atlet yang terlibat di Asian Games mendatang. Dia mengatakan, ada sepuluh dokter internasional yang akan membantu kinerja tim medis dan antidoping INASGOC untuk menyukseskan gelaran Asian Games di Indonesia tahun depan.

"Asian Games akan dijalankan satu tahun dari sekarang. Demi kesuksesan bersama, maka kita akan lebih meneliti dua hal yang sangat penting dalam mengelola Asian Games, yaitu medical services dan program untuk mengawal doping," ujar dokter asal Malaysia itu kepada wartawan.

"Sebagai wakil Olympic Council (OCA), maksud saya dan perwakilan OCA datang satu tahun sebelumnya, untuk menentukan pemahaman dari kedua pihak apa yang perlu disediakan guna menyukseskan Asian Games," tuturnya.

Jegathesan menambahkan, pada saat penyelenggaraan Asian Games, tim antidoping OCA akan bekerja sama dengan INASGOC. Tak hanya itu, Lembaga Anti Doping Indonesia juga akan dilibatkan.

Pertemuan ini juga disambut baik oleh Direktur Medical and Doping Control INASGOC, Leane Suniar. Dia menyebutkan jika pertemuan ini bisa semakin memantapkan persiapan Indonesia menuju Asian Games yang bebas dari doping.

"Kami akan berusaha maksimal untuk Asian Games. LADI juga diharapkan bisa memberi evaluasi yang lebih baik dan aktif agar nantinya dokter atau atlet tak menggunakan obat yang dilarang dan bisa dianggap sebagai doping," kata Leane.