Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08:56 WIB
  • Kisah Pelari Indonesia Abaikan Tawaran Minum Sang Lawan

  • Oleh
    • Satria Permana
Kisah Pelari Indonesia Abaikan Tawaran Minum Sang Lawan
Photo :
  • VIVA.co.id/Dhana Kencana
Pelari Singapura Soh Rui Yong (kiri) dan pelari Indonesia Agus Prayogo (kanan) berfoto bersama usai menyentuh garis finish marathon SEA Games 2017 di Precint 3 Putrajaya, Malaysia, 19 Agustus 2017.

VIVA.co.id – Ada momen unik ketika pelari Indonesia, Agus Prayogo, bersaing dengan peraih medali emas maraton di SEA Games 2017, Soh Rui Yong. Di satu momen, Rui Yong mencoba memberikan minuman kepada Agus saat keduanya berlari sejajar.

Kisah bermula kala Agus memimpin di awal balapan. Perlahan, Rui Yong menyusul dan mengimbangi laju Agus.

Terlihat, keduanya berlari sejajar dalam beberapa putaran. Dua putaran sebelum balapan berakhir, Agus dan Rui Yong masih berlari sejajar saat memasuki check point.

Di sinilah, Rui Yong membawa botol minuman. Dia meneguk minumannya. Hampir setengah botol habis, lalu Rui Yong berhenti minum. Tanpa diduga, dia menawarkan minumannya kepada Agus.

Reaksi Agus juga tak terduga. Dia tak mengambil minuman yang diberikan Rui Yong. Justru, pria kelahiran Bogor tersebut bersikap cuek, seakan menepis tawaran Rui Yong dengan angkuhnya.

"Setiap pelari punya minuman sendiri. Dia punya minumannya, saya juga. Saat dia tawarkan, memang saya tak terima karena bisa ganggu konsentrasi dia. Atau, bisa jadi itu psywar ke saya," kata Agus kepada VIVA.co.id, di kawasan Putrajaya, Malaysia, Sabtu, 19 Agustus 2017.

Agus bersaing ketat dengan Rui Yong. Sayangnya, ketahanan fisik Agus menurun dan Rui Yong mampu melaju dengan cepat, meninggalkannya di belakang. Medali emas diraih Rui Yong. Dan, Agus harus puas dengan medali perak.

"Saya harus akui keunggulan lawan. Dia sudah fokus selama enam bulan terakhir, berlatih di Amerika Serikat. Pada kilometer 40, saya sejajar dengannya. Tapi, memasuki kilometer 41, dia sprint saat ketahanan saya menurun. Akhirnya dia memimpin," ujar Agus. (ase)