Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 21 Agustus 2017 | 11:38 WIB
  • Menpora Sebut Indonesia Dijegal di SEA Games 2017

  • Oleh
    • Ridho Permana
Menpora Sebut Indonesia Dijegal di SEA Games 2017
Photo :
  • Dok. Kemenpora
Menpora, Imam Nahrawi sedang menenangkan atlet sepak takraw yang menangis

VIVA.co.id – Indonesia harus puas menang tipis 1-0 atas Timor Leste di Stadion Selayang, kemarin, Minggu 20 Agustus 2017. Laga yang berlangsung panas kemarin, menuai kecaman dan kontroversi, sebab keputusan wasit kerap tidak tepat.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ikut memberikan komentar, dia merasa Indonesia seperti dicurangi, dan ada upaya penjegalan kepada timnas di ajang SEA Games 2017.

Melalui akun Instagramnya @nahwawi_imam, dia mengungkapkan kekecewaannya. Mulai dari kartu kuning yang tak seharusnya diterima Evan Dimas, sampai sepak takraw putri.

"Hari ini, Saya menemukan dua keputusan wasit yang tidak adil dalam pertandingan yang saya datangi, yakni Sepakbola dan Sepak Takraw Putri. Sangat jelas saya menyaksikan keputusan yang merugikan, bagi Evan Dimas, yang sesungguhnya adalah korban namun justru diganjar kartu kuning," ujar Imam. 

"Saya meminta pelatih dan manajer Tim Nasional U-22 untuk mengajukan banding atas keputusan ini," ujar Imam.

“Sementara pada Sepak Takraw Putri, lebih dari 5 kali servis (tekong) yang seharusnya menjadi poin bagi Indonesia, justru dianggap fault dan menjadi keuntungan bagi lawan," sesalnya.

Menurut Imam. olahraga mengajarkan semua banyak hal, tentang makna menghargai kejujuran dan keadilan. Itulah kenapa lahir kata sportivitas yang menggambarkan makna kata olahraga itu sendiri.

"Seharusnya keputusan wasit harus diambil secara jujur dan tidak memihak. Seperti ada rekayasa untuk menghalangi langkah Indonesia. Apakah kemenangan harus diraih dengan cara seperti ini?" tanya Imam.

 

 

20.08.2017 Hari ini, Saya menemukan dua keputusan wasit yang tidak adil dalam pertandingan yang saya datangi, yakni Sepakbola dan Sepak Takraw Putri . Sangat jelas saya menyaksikan keputusan yang merugikan, bagi Evan Dimas, yang sesungguhnya adalah korban namun justru diganjar kartu kuning. Saya meminta pelatih dan manajer Tim Nasional U-22 untuk mengajukan banding atas keputusan ini. . Sementara pada Sepak Takraw Putri, lebih dari 5 kali servis (tekong) yang seharusnya menjadi poin bagi Indonesia, justru dianggap fault dan menjadi keuntungan bagi lawan. . Olahraga mengajarkan kita banyak hal tentang makna menghargai kejujuran dan keadilan. Itulah kenapa lahir kata sportivitas yang menggambarkan makna kata olahraga itu sendiri. . Seharusnya keputusan wasit harus diambil secara jujur dan tidak memihak. Seperti ada rekayasa untuk menghalangi langkah Indonesia. Apakah kemenangan harus diraih dengan cara seperti ini?.-IN . #AyoIndonesia #IntiOlahragaAdalahSportivitas #SEAGames2017

A post shared by Imam Nahrawi (@nahrawi_imam) on