Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 21 Agustus 2017 | 22:55 WIB
  • Tiba di Indonesia, Timnas Polo Air Disambut Karangan Bunga

  • Oleh
    • Zaky Al-Yamani,
    • Radhitya Andriansyah
Tiba di Indonesia, Timnas Polo Air Disambut Karangan Bunga
Photo :
  • VIVA.co.id / Radhitya Ardiansyah
Timnas Polo Air Putra dan Putri Indonesia

VIVA.co.id – Usai meraih prestasi di SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Timnas Polo Air Indonesia tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Senin malam, 21 Agustus 2017. 

Kedatangan Timnas Polo Air putra dan putri disambut oleh perwakilan Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) dan perwakilan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Tim Polo Air Indonesia kembali ke tanah air, usai mempersembahkan 2 medali. Tim Polo Air putra sukses meraih medali perak usai menggasak Filipina. Sedangkan Tim Polo Air putri sukses meraih medali perunggu usai mengalahkan tuan rumah Malaysia 7-1.

Lewat pantauan VIVA.co.id, perwakilan PB PRSI dan perwakilan KOI, Hellen Sarita Delima, menyematkan karangan bunga sebagai tanda apresiasi ke seluruh atlet.

Khusus untuk Tim Polo Air putra, medali perak yang diraih kali ini memang tidak sesuai dengan target. Tim Polo Air putra memang menargetkan emas di SEA Games 2017. 

Hanya saja, progres Tim Polo Air putra terlihat dari hasil imbang 4-4 kontra Singapura. Catatan ini bisa sedikit mengobati kegagalan meraih emas.

"Sebenarnya target kita emas, tapi mohon maaf kita belum bisa kasih. Tapi secara progres, tim ini sudah mengalami banyak kemajuan. Menahan imbang Singapura adalah hasil yang menunjukkan kemajuan kita," kata Komisi Teknik PB PRSI, Dean Baldwin, kepada wartawan.

Sementara itu, kapten Tim Polo Air putra, Rezza Auditya Putra, juga mengaku puas dengan hasil yang diraih timnya. Meskipun gagal meraih medali emas, Rezza mengaku senang membuat sejarah Indonesia mampu mengimbangi Singapura.

"Ya, saya pribadi cukup puas. Memang awalnya target kita emas. Tapi, kita belum bisa kasih buat Indonesia. Yang penting ada kemajuan. Kita bisa membuat sejarah dengan mengimbangi Singapura," ujar Rezza. (one)