Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 25 Agustus 2017 | 10:44 WIB
  • Giliran Filipina Dicurangi Malaysia di SEA Games 2017

  • Oleh
    • Muchamad Syuhada
Giliran Filipina Dicurangi Malaysia di SEA Games 2017
Photo :
  • SEA Games 2017
Logo SEA Games 2017

VIVA.co.id – Kontroversi kembali terjadi di pentas SEA Games 2017. Kali ini terjadi di cabang tinju dalam duel semifinal kelas menengah yang mempertemukan petinju Filipina, Eumir Marcial, dengan tuan rumah Malaysia yang diwakili Indran Ramakrishnan.

Laga yang berlangsung pada 22 Agustus 2017 itu mendapat sorotan karena wasit yang bertugas, Referee Bazarbaev, memberikan keuntungan buat Ramakrishnan usai dia dihantam hook kanan oleh Marcial pada ronde 1.

Sempat tersungkur, dan wasit mulai menghitung, tapi ketika mencapai 8, Ramakrishnan malah digiring ke sudut biru untuk diberikan perawatan. Sedangkan Marcial yang diminta menunggu di sudut netral pun tampak bingung.

Sesuai aturan, harusnya ketika sudah mencapai hitungan 8, pertarungan dihentikan. Namun anehnya, wasit malah memberikan waktu istirahat sekitar 20 detik kepada Ramakrishnan.

Namun tindakan itu tak menyurutkan asa Marcial. Ketika laga dilanjutkan, dia kembali menghujani Ramakrishnan dengan pukulan sampai wasit menghitung lagi. Di kesempatan kedua tersebut, petinju Malaysia itu baru dinyatakan tak mampu melanjutkan pertandingan, seperti ditulis Rappler.

Bukan yang Pertama

Sebelumnya, pada pertandingan pertama perempat final kelas terbang ringan, petinju Filipina, Carlo Paalam, dinyatakan kalah angka dari petinju Malaysia, Muhamad Redzuan.

Namun kekalahan itu dianggap tidak wajar. Laga itu kembali dipimpin wasit  Bazarbaev.

Salah satu tindakan kontroversial adalah pada ronde 3. Redzuan menyeruduk Paalam dan mendorong pergelangan sarung tinjunya ke wajah lawan. Anehnya, wasit asal Kazakhstan itu bukan memperingatkan petinju tuan rumah, melainkan Paalam.

Lucunya, pada keesokan hari, harian Malaysia, Bernama, salah menulis artikel tentang duel itu. Mereka menyebut Redzuan bukan kalah lewat perhitungan poin, melainkan KO. (one)