Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 25 Agustus 2017 | 19:35 WIB
  • Menpora 'Hukum' Wasit Curang SEA Games Lewat Asian Games

  • Oleh
    • Muchamad Syuhada,
    • Yasir (Makassar),
    • Satria Permana
Menpora 'Hukum' Wasit Curang SEA Games Lewat Asian Games
Photo :
  • Dok. Kemenpora
Menpora, Imam Nahrawi sedang menenangkan atlet sepak takraw yang menangis

VIVA.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, tengah mengumpulkan data wasit dan juri di SEA Games 2017 yang terindikasi memimpin secara tidak adil. Menpora menugaskan federasi cabang olahraga Indonesia agar mencatat nama-nama wasit dan juri yang dimaksudnya.

Bahkan, Imam menyatakan akan melakukan langkah protes ke federasi Asia, Dewan Olimpiade Asia (OCA). Tujuannya agar wasit dan juri yang tak jujur dan fair play tak digunakan lagi di Asian Games 2018 di Indonesia.

"Saya sudah minta ke federasi cabang olahraga Tanah Air yang berjuang di SEA Games, ini sekaligus evaluasi untuk melihat semua proses yang dianggap tak jujur," kata Imam di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat, 25 Agustus 2017.

Menurutnya, setelah dicatat maka pihaknya akan mengajukan nota protes resmi sekaligus menjadikan bahan pertimbangan, agar para wasit atau juri itu tak memimpin pertandingan di Asian Games. SEA Games ini, kata dia, merupakan momentum untuk evaluasi menjelang Asian Games mendatang.

"Bagi Indonesia ini merupakan pemanasan bahwa atlet kita betul-betul siap di Asian Games. Begitu juga wasit, juri dan pendukung penyelenggara disiapkan secara baik nantinya," jelasnya.

Bagi Imam, penting untuk mendata wasit yang diduga berlaku curang dalam memimpin pertandingan. Sebab, peserta juga dapat menilai keputusan wasit apakah jujur, adil, sportif atau tidak. Imam merujuk penilaian tim sepak takraw putri Indonesia saat melawan Malaysia yang memilih walkout lantaran dicurangi oleh wasit.

"Kita tak ingin menang dengan cara curang, lebih baik kalah tapi tetap sportif," ujarnya.

Sebelumnya Indonesia merasa dicurangi pada beberapa cabang olahraga termasuk sepak takraw putri dan pencak silat. Terakhir kecurangan wasit di nomor ganda putra pencak silat itu karena skor yang diraih Malaysia sangat mencolok mencapai 582.

Padahal dalam pertandingan pencak silat, belum pernah didapatkan skor mencapai 582. Hal itu yang membuat pasangan Hendy dan Yolla harus puas dengan perolehan perak di SEA Games 2017 usai mengumpulkan 554 poin.